Abstract: Learning quality is a crucial factor in improving educational outcomes, particularly at the senior high school level where students face increasingly complex academic demands. Despite its importance, various reports indicate noticeable disparities in learning quality among public senior high schools in Banjarmasin, suggesting that not all institutions are able to provide optimal learning experiences. This study was conducted to analyze how principal instructional leadership, teacher achievement motivation, and teacher performance influence learning quality, both directly as well as through indirect or mediating pathways. Using a quantitative causal design, the research involved 199 teachers who were selected through proportional random sampling to ensure representation across schools. Data were gathered using Likert-scale questionnaires and subsequently analyzed through path analysis to identify the magnitude and direction of relationships among variables. The findings show that instructional leadership and achievement motivation each have a significant positive impact on learning quality. In contrast, teacher performance does not exhibit a significant direct influence on learning quality. However, the study reveals that teacher performance is strongly shaped by instructional leadership. Overall, these results emphasize that learning quality is more effectively enhanced through the combined contributions of strong instructional leadership and high teacher motivation, rather than relying solely on teacher performance. Keywords: Instructional leadership; achievement motivation; teacher performance; learning quality Abstrak: Mutu pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan akademik lebih tinggi. Meskipun demikian, berbagai laporan di lapangan menunjukkan masih adanya disparitas atau ketimpangan mutu pembelajaran antarsekolah, khususnya di SMA Negeri yang ada di Banjarmasin. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum semua sekolah mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal dan merata bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, serta kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara langsung maupun melalui peran mediasi di antara variabel tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 199 guru SMA Negeri di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik proportional random sampling sehingga sampel yang diperoleh benar-benar mewakili populasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert, kemudian data dianalisis dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk melihat kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah serta motivasi berprestasi guru memiliki pengaruh positif signifikan terhadap mutu pembelajaran. Sebaliknya, kinerja guru tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Namun demikian, kinerja guru terbukti sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan instruksional. Temuan ini menegaskan bahwa mutu pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh kombinasi kepemimpinan instruksional dan motivasi guru dibandingkan hanya mengandalkan kinerja teknis guru. Kata kunci: Kepemimpinan instruksional; motivasi berprestasi; kinerja guru; mutu pembelajaran