Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kondisi Fisik dan Kimia Air dengan Jumlah Larva Nyamuk pada Tempat Penampungan Air Dwi Handayani; Yolanda Delia Putri; Dalilah Dalilah; Susilawati Susilawati; Gita Dwi Prasasty
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.12613

Abstract

Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit menular seperti demam berdarah dengue, malaria, dan filariasis. Perkembangbiakan nyamuk sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan terutama faktor fisik dan kimia air pada Tempat Penampungan Air (TPA) yang berpotensi menjadi habitat larva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik dan kimia air dengan jumlah larva nyamuk di kawasan salah satu taman wisata Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh TPA alami maupun buatan yang ditemukan di area dalam dan luar ruangan serta larva yang ditemukan didalamnya. Parameter fisik dan kimia air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan total dissolved solids (TDS). Identifikasi larva dilakukan secara mikroskopis untuk menentukan genus nyamuk. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Penelitian ini menemukan 7 TPA, terdiri atas 4 TPA dalam ruangan (57,14%) dan 3 TPA luar ruangan (42,86%). Hanya dua kolam yang positif terdapat larva dengan total 13 ekor, seluruhnya termasuk genus Culex. Rata-rata suhu air 30,29℃, pH 7,9, salinitas 0,11‰, dan TDS 57,14 ppm. Nilai korelasi menunjukkan bahwa pH (r=0,858; p=0,014) dan salinitas (r=0,764; p=0,046) berhubungan signifikan dengan jumlah larva nyamuk, sedangkan suhu (p=0,113) dan TDS (p=0,740) tidak signifikan. Indeks larva menunjukkan ABJ 100%, HI 0%, dan CI 0%, menandakan area penelitian bebas jentik Aedes sp. Secara umum, lingkungan penelitian tergolong bebas jentik Aedes dan memiliki kepadatan larva yang rendah.