Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026

Pengaruh Kondisi Fisik dan Kimia Air dengan Jumlah Larva Nyamuk pada Tempat Penampungan Air

Dwi Handayani (Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya)
Yolanda Delia Putri (Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya)
Dalilah Dalilah (Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya)
Susilawati Susilawati (Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya)
Gita Dwi Prasasty (Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
08 Mar 2026

Abstract

Nyamuk merupakan vektor berbagai penyakit menular seperti demam berdarah dengue, malaria, dan filariasis. Perkembangbiakan nyamuk sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan terutama faktor fisik dan kimia air pada Tempat Penampungan Air (TPA) yang berpotensi menjadi habitat larva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fisik dan kimia air dengan jumlah larva nyamuk di kawasan salah satu taman wisata Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh TPA alami maupun buatan yang ditemukan di area dalam dan luar ruangan serta larva yang ditemukan didalamnya. Parameter fisik dan kimia air yang diukur meliputi suhu, pH, salinitas, dan total dissolved solids (TDS). Identifikasi larva dilakukan secara mikroskopis untuk menentukan genus nyamuk. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman. Penelitian ini menemukan 7 TPA, terdiri atas 4 TPA dalam ruangan (57,14%) dan 3 TPA luar ruangan (42,86%). Hanya dua kolam yang positif terdapat larva dengan total 13 ekor, seluruhnya termasuk genus Culex. Rata-rata suhu air 30,29℃, pH 7,9, salinitas 0,11‰, dan TDS 57,14 ppm. Nilai korelasi menunjukkan bahwa pH (r=0,858; p=0,014) dan salinitas (r=0,764; p=0,046) berhubungan signifikan dengan jumlah larva nyamuk, sedangkan suhu (p=0,113) dan TDS (p=0,740) tidak signifikan. Indeks larva menunjukkan ABJ 100%, HI 0%, dan CI 0%, menandakan area penelitian bebas jentik Aedes sp. Secara umum, lingkungan penelitian tergolong bebas jentik Aedes dan memiliki kepadatan larva yang rendah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

best

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni ...