Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENYUSUNAN RENCANA BISNIS (BUSINESS PLAN) DAN MODEL BISNIS CANVAS DESA PEKIK NYARING KECAMATAN PONDOK KELAPA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Hariz Eko Wibowo; Reflis; Nyayu Neti Arianti; Ellys Yuliarti; M. Mustopa Romdhon; Ridha rizki novanda; Netta agusti; Reswita; Rihan Ifebri
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 02 (2026): MARET 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pekik Nyaring sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kewirausahaan. Desa ini memiliki potensi demografis yang besar, ditunjukkan oleh 83% penduduk berada pada usia produktif. Namun, sebagian masyarakat masih berada pada kondisi prasejahtera dan belum bekerja secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi bisnis, khususnya terkait perencanaan usaha dan pemodelan bisnis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Pekik Nyaring dalam menyusun rencana bisnis (business plan) dan business model canvas sebagai dasar pengembangan usaha. Metode kegiatan dilakukan melalui dua tahapan utama, yaitu pelatihan penyusunan business plan dan pelatihan business model canvas. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pendampingan sederhana yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi usaha masyarakat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan usaha yang terstruktur. Peserta mampu mengenali elemen-elemen utama dalam business plan, seperti analisis pasar, strategi pemasaran, rencana operasional, dan rencana keuangan. Selain itu, peserta juga memahami sembilan elemen inti business model canvas, termasuk segmen pelanggan, proposisi nilai, aliran pendapatan, sumber daya utama, dan struktur biaya. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dengan dukungan perangkat desa, keterlibatan mahasiswa, serta antusiasme masyarakat yang tinggi. Respon positif peserta menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan dan mudah diaplikasikan dalam usaha yang dijalankan. Pelatihan business plan dan business model canvas efektif dalam meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat Desa Pekik Nyaring dan berpotensi mendorong pengembangan usaha secara berkelanjutan.
FROM PLANTATION TO CONGREGATION: GOVERNANCE AND ACCOUNTABILITY OF A MOSQUE-MANAGED PALM OIL BUSINESS AT DARUSSALAM MOSQUE, INDONESIA Netta Agusti; Bagus Setia Wahyudi; Ashadi Cahyadi
JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jmd.2025.112.02

Abstract

Mosques in Indonesia have historically relied on traditional philanthropic sources: infaq, sedekah, waqf and grants from government and private entities. Conversely, productive funding models have remained systematically underdeveloped. This study aims to analyze the dynamics and accountability of a mosque funding model based on a palm oil plantation. It further evaluates the scheme's potential as an alternative for fulfilling the mosque's religious, economic, and social functions. The study employs a qualitative approach, utilizing a single case study methodology focused on Darussalam Mosque in Mukomuko Regency, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, passive-participant observation, and analysis of local archival documentation. The findings indicate that the SSTBS (Sedekah Satu Tanda Buah Sawit) scheme, combined with plantation management, successfully established a sustainable funding source that supports the mosque's physical infrastructure development. However, accountability for this management remains informal, relying heavily on trust-based relationships rather than a documented administrative system. Despite this limitation, the model demonstrates significant potential for replication by other mosques, particularly those within agrarian communities, contingent upon the strengthening of institutional and financial governance. This study contributes to the discourse on productive asset-based mosque financing, a topic largely unexplored within the field of da'wah management.