Sabila Nurul Azizah
Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Mentoring Rohani Islam Dan Karakter Religius Terhadap Hasil Belajar Siswa Sabila Nurul Azizah; Muhammad Ja’far Nashir; Joko Subando
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vbqesa98

Abstract

In education, student activities are not limited to intracurricular activities but also include extracurricular activities. Intracurricular activities emphasize general knowledge aligned with curriculum objectives, while extracurricular activities support the development of students' interests and talents. One such activity that plays a crucial role is Islamic spiritual mentoring. This study aims to analyze three main points: the relationship between Islamic spiritual mentoring and religious character, the relationship between religious character and learning outcomes, and the relationship between Islamic spiritual mentoring and religious character simultaneously on student learning outcomes. The study used a descriptive quantitative approach with data analysis using Pearson Product Moment Correlation. Islamic spiritual mentoring is considered to have a significant influence on the formation of students' religious character. In this activity, students are not only provided with Islamic guidance but are also guided to practice religious values ​​such as congregational prayer, Quranic recitation, and other worship activities. The religious character formed through this process also supports the improvement of learning quality, both in terms of attitude, motivation, and achievement of learning outcomes. Thus, Islamic spiritual mentoring has a dual role: shaping morals while strengthening students' learning motivation. Good religious character can foster an awareness that knowledge is an essential part of worship. Therefore, the relationship between Islamic spiritual mentoring, religious character, and learning outcomes is closely interconnected and makes a significant contribution to improving student achievement. Abstrak Dalam dunia pendidikan, kegiatan yang dilakukan siswa tidak hanya terbatas pada intrakurikuler, tetapi juga mencakup ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler lebih menekankan pada pengetahuan umum yang sesuai dengan tujuan kurikulum, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler berfungsi sebagai pendukung untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik. Salah satu bentuk kegiatan yang berperan penting adalah mentoring rohani Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tiga hal pokok, yaitu hubungan mentoring rohani Islam terhadap karakter religius, hubungan karakter religius terhadap hasil belajar, serta hubungan mentoring rohani Islam dan karakter religius secara bersama-sama terhadap hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis data melalui Korelasi Pearson Product Moment. Mentoring rohani Islam dinilai mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter religius siswa. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya diberikan pembinaan keislaman, tetapi juga diarahkan untuk mengamalkan nilai-nilai religius seperti sholat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan ibadah lainnya. Karakter religius yang terbentuk dari proses ini turut mendukung peningkatan kualitas belajar, baik dari sisi sikap, motivasi, maupun pencapaian hasil belajar. Dengan demikian, mentoring rohani Islam memiliki peran ganda, yakni membentuk akhlak sekaligus memperkuat motivasi belajar siswa. Karakter religius yang baik dapat mendorong kesadaran bahwa ilmu adalah bagian penting dari ibadah. Oleh karena itu, hubungan antara mentoring rohani Islam, karakter religius, dan hasil belajar saling berkaitan erat serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi siswa.
Optimalisasi Administrasi Guru Pendidikan Agama Islam sebagai Penunjang Keberhasilan Pembelajaran Berbasis Nilai Islam Sabila Nurul Azizah; Meti Fatimah; Ahmad Fathir Qodri
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/grs86n50

Abstract

This study aims to examine the importance of optimizing Islamic Religious Education (PAI) teacher administration to support the success of Islamic values-based learning. Good teacher administration serves not only as a technical tool but also as the primary foundation for designing, implementing, and evaluating learning that integrates Islamic values ​​into the educational process. In this context, administration includes the development of syllabi, lesson plans, annual and semester programs, and learning evaluations aimed at fostering students' religious character, social ethics, and spiritual intelligence. Through a descriptive qualitative approach and literature review, it was found that PAI teachers who are able to manage administration well are more effective in delivering teaching materials, creating a conducive learning environment, and consistently instilling Islamic values. Optimal administration also enhances teacher professionalism, strengthens coordination with various parties, and supports the achievement of the overall goals of Islamic education. Therefore, improving the administrative capacity of PAI teachers needs to be a strategic priority in efforts to build a quality Islamic education system oriented toward the formation of noble character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya optimalisasi administrasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai penunjang keberhasilan pembelajaran berbasis nilai Islam. Administrasi guru yang baik tidak hanya berfungsi sebagai alat kelengkapan teknis, tetapi juga sebagai landasan utama dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan. Dalam konteks ini, administrasi mencakup penyusunan silabus, RPP, program tahunan dan semester, serta evaluasi pembelajaran yang diarahkan untuk menumbuhkan karakter religius, etika sosial, dan kecerdasan spiritual peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka, ditemukan bahwa guru PAI yang mampu mengelola administrasi dengan baik akan lebih efektif dalam menyampaikan materi ajar, membentuk lingkungan belajar yang kondusif, serta menanamkan nilai-nilai keislaman secara konsisten. Administrasi yang optimal juga meningkatkan profesionalisme guru, memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, dan mendukung pencapaian tujuan pendidikan Islam secara menyeluruh. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas administrasi guru PAI perlu menjadi perhatian strategis dalam upaya membangun sistem pendidikan Islam yang berkualitas dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.
Peran Rahmah El Yunusiyah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Di Sekolah Salma Navi’ati Kholisa Dewi; Mulyanto Abdullah Khoir; Gali Nurma Saudi; Sabila Nurul Azizah
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 4 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/efgapd12

Abstract

This study examines the crucial role of Rahmah El Yunusiyah in improving the quality of Islamic education in schools, emphasizing the contributions of her thought and practice, particularly for women. Rahmah, an educational figure from West Sumatra, is known as a pioneer of modern Islamic education that integrates Islamic values ​​with general knowledge and character building. Through the establishment of Diniyah Puteri Padang Panjang in 1923, she presented an innovative, values-based educational model, while simultaneously positioning women as active subjects in the teaching and learning process. This study uses a descriptive qualitative approach with a literature study method to explore Rahmah's ideas, strategies, and influence on the development of the Islamic education system. The results of the study indicate that Rahmah's thinking is able to encourage educational transformation through the implementation of a holistic curriculum, which not only teaches knowledge and skills but also emphasizes the development of noble morals. She also positions the role of women as educators and prime movers, thus opening up space for women's empowerment in the world of Islamic education. Furthermore, Rahmah El Yunusiyah's ideas are not only relevant in the historical context of her struggle but also serve as a valuable inspiration for the development of contemporary Islamic education. Her thinking provides a foundation for the creation of quality, inclusive, and gender-equitable Islamic education. By emphasizing that education is a means to improve the dignity and worth of women, Rahmah has succeeded in building a legacy that remains relevant today, especially in facing the challenges of globalization and the need for education that is humanistic and oriented towards Islamic values. Abstrak Penelitian ini membahas peran penting Rahmah El Yunusiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di sekolah, dengan menekankan kontribusi pemikiran dan praksisnya, terutama bagi perempuan. Rahmah, tokoh pendidikan asal Sumatera Barat, dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan umum serta pembentukan karakter. Melalui pendirian Diniyah Puteri Padang Panjang pada tahun 1923, ia menghadirkan model pendidikan yang inovatif dan berbasis nilai, sekaligus menempatkan perempuan sebagai subjek aktif dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka untuk menelusuri gagasan, strategi, dan pengaruh Rahmah terhadap perkembangan sistem pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Rahmah mampu mendorong transformasi pendidikan melalui penerapan kurikulum yang holistik, yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menekankan pembinaan akhlak mulia. Ia juga menempatkan peran perempuan sebagai pendidik dan penggerak utama, sehingga membuka ruang bagi pemberdayaan perempuan dalam dunia pendidikan Islam. Lebih jauh, gagasan Rahmah El Yunusiyah tidak hanya relevan dalam konteks historis masa perjuangannya, tetapi juga menjadi inspirasi berharga dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Pemikirannya memberikan landasan bagi terciptanya pendidikan Islam yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan gender. Dengan menegaskan bahwa pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan, Rahmah berhasil membangun warisan yang tetap aktual hingga kini, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kebutuhan akan pendidikan yang humanis serta berorientasi pada nilai-nilai keislaman.