Sutanti
Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh ROE, Ukuran Perusahaan, dan EPS Terhadap Nilai Perusahaan Pada Subsektor Makanan dan Minuman Kadinda Dwi Julianti; Sutanti
Journal of Trends Economics and Accounting Research Vol 6 No 3 (2026): March 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jtear.v6i3.2517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Equity (ROE), ukuran perusahaan, dan Earning Per Share (EPS) terhadap nilai perusahaan pada subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Permasalahan penelitian didasarkan pada fenomena empiris adanya ketidaksesuaian antara peningkatan kinerja keuangan perusahaan dengan perubahan nilai perusahaan yang tercermin dari Price to Book Value (PBV), khususnya pada periode pascapandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori menggunakan data sekunder. Sampel penelitian terdiri dari 31 perusahaan dengan total 155 observasi yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Pemilihan model estimasi dilakukan melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, yang menunjukkan bahwa Random Effect Model merupakan model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada tingkat signifikansi 5%, ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan, sedangkan EPS berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, ROE, ukuran perusahaan, dan EPS mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan selama periode penelitian. Keterbaruan penelitian ini terletak pada penggunaan periode pengamatan pascapandemi (2020–2024) yang mencerminkan kondisi pemulihan ekonomi, sehingga memberikan kontribusi empiris dalam memperkuat pemahaman mengenai peran kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan serta menjadi bahan pertimbangan bagi investor dan manajemen perusahaan.
Analisis Pengaruh ROA, DER, CR Terhadap Harga Saham Perusahaan Subsektor Telekomunikasi Periode 2020-2024 Julfi Fikri Maulana; Sutanti
Journal of Trends Economics and Accounting Research Vol 6 No 3 (2026): March 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jtear.v6i3.2546

Abstract

Abstrak ini disusun berdasarkan hasil penelitian skripsi yang mengkaji hubungan antara kinerja keuangan dan harga saham pada perusahaan subsektor telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah ketidaksesuaian antara perubahan rasio keuangan perusahaan dengan pergerakan harga saham di pasar modal, khususnya pada masa pandemi dan pascapandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Current Ratio (CR) terhadap harga saham perusahaan subsektor telekomunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan data harga saham perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 13 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan total 65 unit observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan tahapan pemilihan model melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan CR tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa investor lebih memprioritaskan aspek profitabilitas dan struktur permodalan dibandingkan likuiditas jangka pendek dalam pengambilan keputusan investasi pada subsektor telekomunikasi.