This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Amir Ali
Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Jl. KH Wachid Hasyim No.65, Bandar Lor, Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia, 64114

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kepatuhan Regulasi Tata Kelola Retensi Arsip Aktif–Inaktif di Rumah Sakit melalui Pendampingan Manajemen Arsip Digital Rekam Medis Indah Susilowati; Ayu Pangestuti; Amir Ali; Agus Sulistiawa
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21755

Abstract

Background: Manajemen arsip rekam medis sangat penting dalam tata kelola pelayanan kesehatan RSU Lirboyo Kediri. Perubahan regulasi mendorong transformasi dari sistem manual ke digitalisasi guna mengatasi keterbatasan ruang penyimpanan, meminimalkan risiko kehilangan dokumen, serta meningkatkan efisiensi dan keamanan pengelolaan data. Tujuannya untuk peningkatan mutu layanan, menunjang kesiapan pelaksaanaan reakreditasi serta perlindungan informasi medis. Metode: Dilaksanakan secara langsung dengan partisipatif dan edukatif pada petugas PMIK melalui 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil: Pada pre-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan petugas terhadap alur retensi aktif inaktif DRM sebesar 91%. Adanya Pembaruan kebijakan Transisi Rekam Medis Manual ke RME, termasuk SOP retensi aktif inaktif dan digitalisasi DRM. Peningkatan pemahaman petugas PMIK terhadap digitalisasi dan integrasi SIMRS sebesar 93%. Jumlah Pemilahan dan penyusutan dokumen rekam medis melalui aplikasi, yaitu yang in aktif sebanyak 3.511 dokumen dan yang siap dimusnahkan sebanyak 2.582 dokumen. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kualitas tata kelola rekam medis dengan manajemen arsip di RSU Lirboyo Kediri dengan perubahan manual ke digitalisasi guna wujudkan kepatuhan regulasi. Rekomendasi kegiatan pemusnahan DRM tahun 2025 untuk mengurangi beban arsip fisik, serta menyusun rencana perbaikan dan penguatan keamanan informasi medis pasien.