Background: Manajemen arsip rekam medis sangat penting dalam tata kelola pelayanan kesehatan RSU Lirboyo Kediri. Perubahan regulasi mendorong transformasi dari sistem manual ke digitalisasi guna mengatasi keterbatasan ruang penyimpanan, meminimalkan risiko kehilangan dokumen, serta meningkatkan efisiensi dan keamanan pengelolaan data. Tujuannya untuk peningkatan mutu layanan, menunjang kesiapan pelaksaanaan reakreditasi serta perlindungan informasi medis. Metode: Dilaksanakan secara langsung dengan partisipatif dan edukatif pada petugas PMIK melalui 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan Evaluasi. Hasil: Pada pre-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan petugas terhadap alur retensi aktif inaktif DRM sebesar 91%. Adanya Pembaruan kebijakan Transisi Rekam Medis Manual ke RME, termasuk SOP retensi aktif inaktif dan digitalisasi DRM. Peningkatan pemahaman petugas PMIK terhadap digitalisasi dan integrasi SIMRS sebesar 93%. Jumlah Pemilahan dan penyusutan dokumen rekam medis melalui aplikasi, yaitu yang in aktif sebanyak 3.511 dokumen dan yang siap dimusnahkan sebanyak 2.582 dokumen. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas dan kualitas tata kelola rekam medis dengan manajemen arsip di RSU Lirboyo Kediri dengan perubahan manual ke digitalisasi guna wujudkan kepatuhan regulasi. Rekomendasi kegiatan pemusnahan DRM tahun 2025 untuk mengurangi beban arsip fisik, serta menyusun rencana perbaikan dan penguatan keamanan informasi medis pasien.
Copyrights © 2026