Artikel ini bertujuan menganalisis keterkaitan konsep ikan jalalah, pencemaran perairan, konservasi laut, dan kesehatan masyarakat di Wakatobi. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif-integratif terhadap artikel ilmiah tahun 2021-2025 yang relevan dan terindeks Sinta atau Scopus. Penelusuran awal menghasilkan 86 rekaman, 72 rekaman disaring setelah duplikasi dikeluarkan, 33 artikel dinilai melalui teks lengkap, dan 13 artikel lolos seleksi akhir untuk sintesis tematik. Sintesis difokuskan pada keamanan pangan laut, sanitasi pesisir, mikroplastik, ekologi terumbu, serta prinsip halal-thayyib. Hasil sintesis menunjukkan bahwa istilah ikan jalalah dapat dipakai sebagai lensa etik-saniter untuk menilai paparan ikan terhadap bahan kotor atau tercemar, namun tidak boleh disamakan secara otomatis dengan seluruh ikan dari perairan tercemar tanpa bukti ilmiah dan pertimbangan fikih. Bukti terbaru menunjukkan keberadaan mikroplastik pada perairan dan ikan yang terkait Wakatobi, sementara konservasi terumbu menghadapi tekanan antropogenik, nutrien, sampah, dan perubahan fungsi pesisir. Artikel ini menegaskan perlunya surveilans terpadu berbasis One Health yang menghubungkan laboratorium lingkungan, keamanan pangan ikan, sanitasi komunitas pesisir, literasi halal-thayyib, dan penguatan konservasi adaptif sebagai strategi perlindungan kesehatan masyarakat Wakatobi.