Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ikan Jalalah, Pencemaran Perairan, dan Konservasi: Tantangan Kesehatan Masyarakat Wakatobi Sunarwan Asuhadi; Akhmatul Ferlin; Rahman Shaadikin; Muhammad Musrianton; Harudin Harudin
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i2.90

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis keterkaitan konsep ikan jalalah, pencemaran perairan, konservasi laut, dan kesehatan masyarakat di Wakatobi. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif-integratif terhadap artikel ilmiah tahun 2021-2025 yang relevan dan terindeks Sinta atau Scopus. Penelusuran awal menghasilkan 86 rekaman, 72 rekaman disaring setelah duplikasi dikeluarkan, 33 artikel dinilai melalui teks lengkap, dan 13 artikel lolos seleksi akhir untuk sintesis tematik. Sintesis difokuskan pada keamanan pangan laut, sanitasi pesisir, mikroplastik, ekologi terumbu, serta prinsip halal-thayyib. Hasil sintesis menunjukkan bahwa istilah ikan jalalah dapat dipakai sebagai lensa etik-saniter untuk menilai paparan ikan terhadap bahan kotor atau tercemar, namun tidak boleh disamakan secara otomatis dengan seluruh ikan dari perairan tercemar tanpa bukti ilmiah dan pertimbangan fikih. Bukti terbaru menunjukkan keberadaan mikroplastik pada perairan dan ikan yang terkait Wakatobi, sementara konservasi terumbu menghadapi tekanan antropogenik, nutrien, sampah, dan perubahan fungsi pesisir. Artikel ini menegaskan perlunya surveilans terpadu berbasis One Health yang menghubungkan laboratorium lingkungan, keamanan pangan ikan, sanitasi komunitas pesisir, literasi halal-thayyib, dan penguatan konservasi adaptif sebagai strategi perlindungan kesehatan masyarakat Wakatobi.
Analisis Kritis Kebijakan Pengendalian Pencemaran Perairan Laut akibat Ekspansi Tambang Nikel di Maluku Utara Budi Yusuf; Sunarwan Asuhadi
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i4.6412

Abstract

Transisi energi global menuju ekonomi rendah karbon dan penggunaan kendaraan listrik meningkatkan kebutuhan akan mineral kritis, termasuk nikel. Indonesia, khususnya Provinsi Maluku Utara, menjadi salah satu pusat penting dalam perkembangan industri nikel dunia. Hilirisasi di kawasan Teluk Weda dan Kepulauan Obi telah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi pada saat yang sama menimbulkan tekanan ekologis dan sosial yang perlu diperhatikan. Ekosistem pesisir dan laut menghadapi perubahan akibat pembukaan lahan, limpasan sedimen laterit, masuknya logam berat seperti Ni, Cr, Pb, Fe, dan Cd, serta rencana atau ancaman penggunaan Deep Sea Tailings Placement (DSTP). Kajian ini membahas proses pencemaran laut yang berkaitan dengan penambangan terbuka dan pengolahan nikel, sekaligus menelaah kebijakan lingkungan yang berlaku, terutama Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021, UU Cipta Kerja, dan perubahan UU Minerba. Hasil kajian menunjukkan adanya kesenjangan antara standar baku mutu dan kondisi yang dilaporkan dalam sejumlah penelitian lapangan. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan pengawasan, pola perizinan, pelibatan masyarakat dalam AMDAL, serta perlindungan bagi masyarakat yang menyampaikan keberatan. Dampak pencemaran tidak berhenti pada ekosistem benthik dan terumbu karang, tetapi juga berkaitan dengan ruang hidup nelayan, ketahanan pangan, serta risiko kesehatan. Karena itu, kajian ini mendorong penguatan Human Rights Due Diligence (HRDD), keterbukaan data kepatuhan, pengendalian DSTP, serta pemulihan ekosistem melalui pendekatan keadilan lingkungan.