Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Pelatihan, Motivasi Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Bank Papua Cabang Aimas Milla Novian Korowa; R. Bambang Budhijana; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh positif gaya kepemimpinan  terhadap  terhadap kinerja karyawan di lingkungan PT. Bank Papua Cabang Aimas, (2) Pengaruh positif motivasi kerja  terhadap  kinerja karyawan di lingkungan PT. Bank Papua Cabang Aimas, (3) Pengaruh positif pelatihan karyawan terhadap  kinerja karyawan di lingkungan PT. Bank Papua Cabang Aimas (4) Pengaruh positif kompensasi terhadap kinerja karyawan di lingkungan PT. Bank Papua Cabang Aimas.Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini adalah karyawan di lingkungan PT. Bank Papua Cabang Aimas dengan jumlah 72 orang.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Analisis statistik data melalui software “smart PLS SEM (Partial Least Square – Structural Equation Modeling)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) gaya kepemipinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (2) motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, (3) pelatihan karyawan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan (4) kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Rekomendasi yang dapat diberikan bahwa manajemen di PT. Bank Papua Cabang Aimas terkait gaya kepemimpinan memberikan arahan penting bagi manajemen dalam pengelolaan sumber daya manusia, selanjutnya dalam pelatihan perlunya desain lebih lanjut dan perlu mengembangkan sistem motivasi yang mampu menumbuhkan semangat, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mendorong karyawan untuk mencapai target kerja yang ditetapkan.
Pengaruh Konflik Generasi, Budaya Organisasi, dan Work-Life Balance Terhadap Kinerja Karyawan Generasi Y dan Z di Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan Ni Luh Putu Ayuveda Ekayanti; Antyo Pracoyo; Enny Haryanti; Subarjo Joyosumarto
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i3.4118

Abstract

Perubahan komposisi tenaga kerja yang didominasi oleh Generasi Y dan Z di berbagai organisasi, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), membawa dinamika baru dalam pengelolaan sumber daya manusia. Perbedaan karakteristik antar generasi berpotensi menimbulkan konflik, sementara budaya organisasi dan keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) menjadi faktor kunci dalam mendukung kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor, yaitu konflik generasi, budaya organisasi dan work-life balance, terhadap kinerja karyawan Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan. Konflik generasi, budaya organisasi dan work-life balance dipilih sebagai variabel independen karena potensi dampaknya terhadap kinerja karyawan, yang merupakan variabel dependen. Teknik analisis menggunakan Statistical Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS) yang didukung oleh SmartPLS, untuk mengolah data yang diperoleh dari survei kuesioner yang dilakukan secara daring menggunakan Google Form. Hasil penelitian diperoleh Konflik Generasi, Budaya Organisasi, dan Work-Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan determinan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan Generasi Y dan Z. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah perlunya OJK untuk terus memperkuat budaya organisasi yang inklusif, mengelola konflik generasi secara konstruktif melalui program reverse mentoring dan komunikasi lintas generasi, serta menerapkan kebijakan work-life balance yang fleksibel guna mendukung kinerja optimal karyawan di era transformasi digital.