Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANGGUH BENCANA MELALUI RENCANA KONTINGENSI DAN BANTUAN SOSIAL PADA KELOMPOK RENTAN DENGAN SERVICE EXCELLENT DI WILAYAH MARTUBUNG KECAMATAN MEDAN LABUHAN KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2026 Nurmalina Hutahaean; Merrygrace Simanjuntak; Putri Hutahaean; Elvis Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3564

Abstract

Latar Belakang: Bencana alam adalah fenomena yang Sampai hari ini, bencana alam masih menjadi masalah dan kekhawatiran di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bencana alam dalam kehidupan. ini dapat berdampak buruk pada manusia dan lingkungannya karena tidak diketahui kapan akan terjadi. Namun, manusia masih dapat memprediksi bencana dengan mengenali gejala dan tanda-tanda awalnya (BPBD, 2023). Rencana kontinjensi bencana adalah rencana yang mencakup semua tindakan yang diambil untuk mengatasi ancaman bencana. Saat terjadi keadaan darurat bencana, rencana ini dapat diubah menjadi Rencana Operasi Darurat. Bencana banjir adalah letupan sungai yang disebabkan oleh faktor alam akibat kerusakan sabuk bumper hulu sungai (DAS). Ini menyebabkan kematian, kerusakan lingkungan,kehilangan property dan dampak psikologis. .Tujuan rencana kontinjensi adalah untuk mengidentifikasi kemungkinan kejadian bencana dan dampaknya bagi masyaraka. Tim ini akan terdiri dari kelompok masyarakat yang aktif terlibat dalam tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana. Pada hari-hari biasa, tim ini dapat membantu mengurangi risiko bencana.  Metode. Jenis Jenis pengabdian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko efek dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat dalam penelitian ini populasi adalah seluruh Ibu hamil,Nifas dan Lansia  sejumlah 32 orang peserta Untuk Dilakukan Pretest.Di Desa Martubung Kecamatan Medan Labuhan tahun 2025. Hasil: menunjukkan bahwa hasil ukur  terdapat 5 (12,5%) ibu hamil, Ibu Nifas (2) (0,5%), Anak-anak (6) (0,15%),  Lansia (25) (62,5%), Disabilitas (2) (0,5%), Dan Pada Saat Post Test Peserta Mengalami PeningkatanPengetahuan Menjadi Baik Dan Cukup Masing-Masing Sebanyak 15 Peserta (46,95). Kesimpulan: hal ini menunjukkan ada Pengaruh senam Hamil teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase aktif Dan Untuk Meingkatkan Kesehatan Ibu Dan Janin di Desa Bangun Rejo pada tahu 2025.
PENINGKATAN KUALITAS PRAKTIK KEBIDANAN BERBASIS COC MELALUI PENGUATAN KOMPETENSI PRAKTIK MAHASISWA DAN EDUKASI KESEHATAN IBU DAN ANAK DI BANGUN REJO TAHUN 2026 Merrygrace Simanjuntak; Nurmalina Hutahaean; Elvis Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4318

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Upaya peningkatan kualitas pelayanan kebidanan tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan mahasiswa melalui pendekatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Salah satu strategi yang relevan adalah pendekatan Continuity of Care (COC), yaitu pelayanan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan kesehatan anak. Tujuan: meningkatkan kualitas kompetensi praktik kebidanan mahasiswa melalui pendekatan COC, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan ibu dan anak di masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas dalam pelayanan kesehatan preventif dan promotif. Metode. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan wawancara, penyuluhan kesehatan berbasis edukasi interaktif, pelatihan praktik klinis terintegrasi bagi mahasiswa, pendampingan berkelanjutan kepada ibu hamil/ibu dengan anak, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kader kesehatan, tenaga kesehatan lokal, dan mahasiswa tahun 2026. Hasil menunjukkan bahwa penerapan COC dalam kategori baik sebesar 65%, dan kompetensi mahasiswa dalam kategori baik sebesar 68%. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat ≥70% berdasarkan hasil pretest dan posttest. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan COC dengan kompetensi mahasiswa (p = 0,002) serta peningkatan pengetahuan masyarakat (p < 0,05). Kesimpulan: menunjukkan bahwa intervensi yang dibutuhkan adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi kesehatan terintegrasi dengan praktik klinis mahasiswa yang berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan ibu dan anak, memperkuat kompetensi praktik mahasiswa, serta menciptakan model pelayanan kesehatan komunitas yang berkelanjutan.di Desa Bangun Rejo pada tahun 2026.