Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Penanaman Karakter Kemandirian melalui Kegiatan Outing Class di PAUD Fiona Febriani Fauziyyah; Dewi Pratiwi
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.4901

Abstract

AbstractThis research is motivated by the fact that some young children still display dependence on adults for simple activities in the school environment, such as tidying up play equipment or completing assignments independently. This condition indicates that children's independence has not developed optimally, so learning strategies that provide children with direct experience are needed. This study aims to describe the instilling of independent character in young children through outing class activities at the Istana Ceria Early Childhood Education Center (POS PAUD). The study used a descriptive qualitative approach with 15 young children as subjects. Data collection techniques were carried out through observation and interviews with class teachers and accompanying educators. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions with source triangulation to maintain data validity. The results showed that outing class activities contributed positively to the development of children's independence in physical, social, interaction with the environment, and involvement in activities. Children were more able to carry out activities independently, dared to share, resolve simple conflicts, and showed curiosity and responsibility. These findings indicate that outing class activities can be an effective learning strategy in fostering independent character in young children. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya anak usia dini yang menunjukkan ketergantungan terhadap orang dewasa dalam melakukan aktivitas sederhana di lingkungan sekolah, seperti merapikan alat bermain atau menyelesaikan tugas secara mandiri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemandirian anak belum berkembang secara optimal sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman karakter kemandirian anak usia dini melalui kegiatan outing class di POS PAUD Istana Ceria. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 15 anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas serta pendidik pendamping. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan outing class berkontribusi positif terhadap perkembangan kemandirian anak pada aspek fisik, sosial, interaksi dengan lingkungan, serta keterlibatan dalam aktivitas. Anak lebih mampu melakukan kegiatan secara mandiri, berani berbagi, menyelesaikan konflik sederhana, serta menunjukkan rasa ingin tahu dan tanggung jawab. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan outing class dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan karakter kemandirian anak usia dini.
Peran Lingkungan Sosial terhadap Perkembangan Bahasa Ekspresif Anak Speech Delay Wiwik Daryati; Dewi Pratiwi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): Maret-Agustus 2026
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1622

Abstract

Speech delay pada anak usia dini menjadi perhatian penting karena dapat menghambat perkembangan bahasa ekspresif yang berperan dalam kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi bahasa pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sosial terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini dengan speech delay. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari atas tiga anak speech delay, orang tua dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, guru, dan teman sebaya berpengaruh terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak melalui stimulasi komunikasi dan interaksi sosial yang konsisten. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay
Penerapan Kegiatan Fieldtrip pada Kualitas Tidur Anak Siti Nur Intan Awaliyah; Dewi Pratiwi
JANACITTA Vol. 9 No. 1 (2026): JANACITTA (Journal of Primary and Children’s Education)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v9i1.5077

Abstract

This study discusses children's poor sleep schedules, and found that children are often late for school. Previous researchers have suggested that enjoyable activities before bed can help children sleep well and regularly. Enjoyable activities for children are those that bring them joy without any pressure or coercion. One such enjoyable activity at school is a field trip. A field trip is a learning activity outside the classroom where children visit a place so they can learn in real life and experience firsthand. The purpose of this study is to describe the enjoyable activities of a field trip in relation to children's organized sleep schedules and in accordance with the child's motor development. The location and subject of this study are the TPA Labschool Unisnu Jepara. The research method used is qualitative case study approach by systematically describing the data found through observation and interviews. The results show that fieldtrip activities can be a meaningful learning strategy and form healthy sleep habits for children. Abstrak Penelitian ini membahas tentang waktu tidur anak yang kurang baik, ditemukan adanya masalah bahwasanya anak sering terlambat untuk berangkat ke sekolah. Dari beberapa peneliti terdahulu mengatakan bahwa kegiatan menyenangkan sebelum tidur dapat membantu anak untuk tidur dengan baik dan teratur. Kegiatan menyenangkan bagi anak merupakan kegiatan yang membuat senang tanpa adanya tekanan dan paksaan. Salah satu kegiatan menyenangkan disekolah adalah fieldtrip. Fieldtrip merupakan suatu kegiatan pembelajaran diluar kelas dengan cara anak mengunjungi sebuah tempat agar anak dapat belajar secara nyata dan mengalami pengalaman langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan menyenangkan fieldtrip terhadap waktu tidur anak yang teratur dan sesuai dengan perkembangan motorik anak. Lokasi dan subjek anak yang akan menjadi penelitian saya adalah TPA Labschool Unisnu Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan study kasus dengan menggambarkan secara sistematis mengenai data yang ditemukan dalam observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan fieldtrip dapat menjadi strategi pembelajaran yang bermakna dan membentuk kebiasaan tidur yang sehat untuk anak.
Implementasi Literasi Media Digital APLT untuk Mendukung Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini Dina Amalia; Dewi Pratiwi; Fatimatuzzahroh Fatimatuzzahroh
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.2850

Abstract

Sex education in early childhood is a preventive effort to foster children’s understanding of body protection and privacy awareness. This study aimed to develop and examine the feasibility and effectiveness of APLT (Aku Pintar Lindungi Tubuh) digital media as a supporting tool for early childhood sex education. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The effectiveness of the developed media was tested using a pre-experimental one group pretest posttest design. The results indicate that the APLT media was highly feasible, based on expert validation. Effectiveness analysis using normalized gain (N-gain) showed a moderate level of effectiveness, indicating an improvement in children’s understanding of body protection concepts, including protected body parts, appropriate and inappropriate touch, and body privacy awareness. These findings suggest that APLT media is moderately effective and functions as a supportive learning resource rather than a stand alone intervention. Therefore, APLT digital media has the potential to support early childhood sex education within a limited and guided instructional context, particularly in strengthening children’s initial understanding of body protection and privacy awareness.
TRANSFORMASI DIGITAL DI DUNIA PAUD: SISTEM INFORMASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK (SIPPA) BERBASIS ANDROID Dewi Pratiwi; Anita Afrianingsih; Akhmad Khanif Zyen; Lukman Hakim; Nandani Widya Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.4926-4942

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi kebutuhan mendesak di era informasi saat ini. Salah satu inovasi yang diperlukan adalah digitalisasi laporan perkembangan anak agar orang tua dapat memantau dan berinteraksi dengan perkembangan anak secara real-time. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan dampak Sistem Informasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (SIPPA) berbasis Android, yang dirancang untuk memberikan laporan harian kepada orang tua terkait perkembangan anak di PAUD. SIPPA memungkinkan guru untuk mencatat dan mengirimkan laporan perkembangan anak secara digital, yang dapat langsung diakses oleh orang tua melalui perangkat Android. Latar belakang pengabdian ini didasari oleh perlunya solusi yang efektif untuk menjembatani komunikasi antara guru dan orang tua, guna memastikan bahwa stimulasi perkembangan anak yang diberikan di sekolah dan di rumah dapat sejalan. Implementasi SIPPA di PAUD bertujuan untuk meningkatkan transparansi dalam pelaporan perkembangan anak, memudahkan guru dalam pengelolaan informasi, dan mempercepat respon dari orang tua terhadap kebutuhan perkembangan anak. Metodologi pengabdian melibatkan pelatihan intensif bagi guru dan orang tua untuk menggunakan SIPPA, disertai dengan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas dan kesesuaian aplikasi ini dalam mendukung komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa SIPPA tidak hanya meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak, tetapi juga memungkinkan guru untuk memberikan intervensi yang lebih tepat waktu berdasarkan umpan balik dari orang tua. Artikel ini menyimpulkan bahwa digitalisasi melalui SIPPA merupakan langkah signifikan dalam transformasi pendidikan anak usia dini, yang memungkinkan kerjasama yang lebih efektif antara sekolah dan rumah dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Penerapan Model Dramatic Play dalam Menumbuhkan Imajinasi Anak Usia Dini Aan Widiyono; Dewi Pratiwi
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 4 No. 1 (2023): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia anak terkait dengan pola yang dapat memberikan kesenangan, meningkatkan kreatifitas dan imajinasi anak. Melihat pentingnya kreatifitas dan imajinasi anak usia dini, maka diperlukan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkannya, yaitu melalui model bermain pembelajaran yang berbasis kegiatan seni dan bermain. Sampel penelitian ini adalah siswa kelompok A TK Pertiwi Pedawang Kudus Indonesia dengan jumlah 20 orang siswa, yang terdiri dari 11 laki-laki dan 9 perempuan. Dramatic play yang dilakukan menggunakan cerita berbasis kearifan lokal Kudus Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain penelitian sekuensial eksploratori. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran dramatic play, 80% imajinasi anak meningkat. Indikator yang dikembangkan adalah percaya diri, mandiri, asyik dan larut menikmati permainan, memperlihatkan keingintahuan, melakukan hal-hal baru dengan caranya sendiri (inisiatif), dan menggabungkan ide-ide baru (improvisasi). Dari angket respon menunjukkan anak suka bermain dramatic play karena anak merasa tidak tertekan dan lebih menikmati kegiatan pembelajaran.