Speech delay pada anak usia dini menjadi perhatian penting karena dapat menghambat perkembangan bahasa ekspresif yang berperan dalam kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak. Lingkungan sosial memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi bahasa pada anak yang mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran lingkungan sosial terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini dengan speech delay. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari atas tiga anak speech delay, orang tua dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga, guru, dan teman sebaya berpengaruh terhadap perkembangan bahasa ekspresif anak melalui stimulasi komunikasi dan interaksi sosial yang konsisten. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay
Copyrights © 2026