Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsep pembentukan karakter dalam kerangka pemikiran etika Ibnu Miskawaih serta signifikansinya terhadap pendidikan kontemporer. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah krisis moral dan penurunan integritas karakter pada era globalisasi, yang memerlukan reformulasi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai etika Islam. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library Research) dan teknik analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan dari sumber primer, yaitu karya monumental Ibnu Miskawaih, khususnya Tahdzib al-Akhlaq wa Tathir al-A'raq, serta sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal, makalah akademik, dan risalah keagamaan yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, kategorisasi tema, dan interpretasi filosofis untuk mengungkap keterkaitan antara pemikiran etika Miskawaih dan pembentukan karakter di masa kini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter Ibnu Miskawaih berpijak pada harmonisasi antara akal, nafsu, dan emosi melalui mekanisme pembiasaan moral, penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs), serta pemberian teladan. Tujuan utama pendidikan karakter menurutnya adalah tercapainya kebahagiaan (sa'adah) dan kesempurnaan moral (kamal al-nafs). Dari sudut pandang teoritis, penelitian ini memperkaya khazanah filsafat pendidikan Islam dengan menyajikan integrasi antara etika rasional Aristotelian dan nilai-nilai spiritual Islam. Secara praktis, temuan tersebut memberikan landasan untuk pengembangan kurikulum karakter pendidikan yang holistik dan kontekstual, selaras dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penelitian empiris lanjutan untuk mengimplementasikan konsep etika Miskawaih dalam pendidikan formal, dengan tujuan memperkuat moralitas dan integritas generasi muda di era digital. Kata kunci: Ibn Miskawayh, pendidikan karakter, etika Islam, filsafat moral, pembentukan karakter.