Muhammad Arsyad
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI KONSEP TABAYUN DALAM AL-QUR'AN DAN FALSAFAH BUDAYA BANJAR "BISA-BISA MAANDAK AWAK" SEBAGAI NILAI ETIKA SOSIAL DI ERA DIGITAL Muhammad Arsyad; Noor Hasanah
TASHWIR Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i2.17042

Abstract

Abstract: This article explores the integration of the Qur'anic concept of tabayyun with the Banjar philosophy "Bisa-Bisa Maandak Awak" as a foundation for social ethics in the digital era. The topic is chosen in response to the rising spread of unverified information that often leads to social conflict. Tabayyun, as a principle of prudence in Islam, aligns with Banjar local wisdom that emphasizes self-control and social harmony. This study employs a qualitative method using library research, thematic Qur'anic interpretation, and cultural analysis. Primary data include Q.S. al-Ḥujurāt [49]:6 and literature on Banjar philosophy. The findings reveal a strong alignment between Qur'anic values and local traditions in shaping a media-literate, ethical society. This integration creates a contextual and Islamic-based model of digital social ethics. The result is significant for developing culturally grounded da'wah and character education as a strategy to promote religious moderation and social resilience. Keywords : Banjar Culture, Digital Era, Social Ethics, Tabayyun.
Etika Profesi Notaris: Menjaga Independensi Dan Kepercayaan Publik Muhammad Arsyad; Muhammad Fauzan; Muhammad Najmi Nazhiri; Muhammad Riski Abdillah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.1866

Abstract

Profesi notaris merupakan jabatan publik yang memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum melalui pembuatan akta autentik. Dalam menjalankan tugasnya, notaris dituntut untuk menjunjung tinggi etika profesi, khususnya prinsip independensi, integritas, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya etika profesi notaris dalam menjaga kepercayaan publik, bentuk-bentuk pelanggaran kode etik yang masih terjadi, mekanisme pengawasan terhadap notaris, serta tantangan yang muncul di era digital melalui perkembangan konsep cyber notary. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kepustakaan dari berbagai literatur ilmiah terkait kenotariatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa independensi notaris merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas dan keabsahan akta autentik. Namun demikian, masih ditemukan berbagai pelanggaran kode etik yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris. Selain itu, efektivitas pengawasan oleh Majelis Pengawas Notaris dan Majelis Kehormatan Notaris masih menghadapi sejumlah kendala dalam praktiknya. Perkembangan teknologi digital juga menuntut adanya penguatan regulasi terkait cyber notary agar tidak mengurangi prinsip keotentikan dan tanggung jawab notaris. Oleh karena itu, diperlukan penguatan internalisasi etika profesi, optimalisasi pengawasan, serta penyesuaian regulasi agar profesi notaris tetap mampu menjaga kepercayaan publik dan mendukung kepastian hukum di masyarakat.