Muhammad Akmansyah
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REKONSTRUKSI KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM HADITS TARBAWI: ANALISIS TEMATIK TERHADAP NILAI-NILAI AKHLAK NABAWI Erli Yana; Elly Kurniawati; A. Gani; Muhammad Akmansyah; Amirudin Amirudin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6626

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan moral dalam dunia pendidikan Indonesia, seperti perundungan, intoleransi, dan krisis integritas, yang menunjukkan bahwa penguatan aspek kognitif semata belum cukup membentuk karakter siswa. Kondisi ini mendorong perlunya rekonstruksi konsep pendidikan karakter yang berakar pada nilai-nilai keislaman, khususnya hadits tarbawi sebagai sumber ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep pendidikan karakter melalui analisis tematik (maudhu’i) terhadap nilai-nilai akhlak nabawi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan menghimpun hadits-hadits terkait nilai kejujuran (ṣidq), amanah (mas’uliyyah), kesabaran (ṣabr), dan persaudaraan (ukhuwwah), kemudian dianalisis secara konseptual dan pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis hadits tarbawi dapat dirumuskan dalam tiga dimensi utama: ontologis (tauhid sebagai sumber nilai moral), epistemologis (hadits sebagai sumber teori dan metodologi pendidikan), dan aksiologis (transformasi sosial sebagai tujuan akhir). Rekonstruksi ini menegaskan bahwa pendidikan karakter dalam perspektif hadits bersifat integratif, transendental, dan kontekstual. Dengan demikian, hadits tarbawi menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk memperkuat sistem pendidikan karakter nasional secara lebih aplikatif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Hadits Tarbawi, Akhlak Nabawi
Trend analysis of principal candidate training based on scopus data (2020–2024): Mapping leadership, digital transformation, and educational innovation using vosviewer R A Mustika Hariyanti; Agus Pahrudin; Muhammad Akmansyah; Ahmad Fauzan
12 Waiheru Vol 12 No 1 (2026): 12 Waiheru
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70872/12waiheru.v12i1.4

Abstract

This study aims to analyze trends in scientific publications on principal candidate training using Scopus-indexed data from 2020 to 2024, employing a bibliometric approach supported by VOSviewer. The analyzed articles were selected based on the following relevance criteria: (1) indexed in Scopus, (2) published between 2020 and 2024, (3) directly discussing principal candidate training, educational leadership, or principal competency development, and (4) related to leadership transformation and educational innovation. This study was motivated by the growing need to strengthen school leadership competencies in the era of digital transformation and by the limited number of bibliometric studies that specifically map the development of research on principal candidate training. The research employed a qualitative descriptive method combined with bibliometric analysis. Data were collected using the Publish or Perish application integrated with the Scopus database, with keywords related to principal candidate training, school leadership training, and educational leadership development. The article selection process resulted in 20 publications that met the inclusion criteria. The findings indicate that publication trends have increased significantly since 2021, with major research focuses on transformational leadership development, managerial competencies, the effectiveness of principal training programs, and the integration of digital transformation in educational leadership. The VOSviewer analysis identified four major clusters demonstrating relationships among leadership style, transformational leadership, school leadership, candidate principals, school counsellors, and supervisors. The study reveals a shift in research orientation from traditional administrative leadership to innovative, technology-based educational leadership in the era of the Industrial Revolution 4.0. This research contributes theoretically to strengthening the mapping of educational leadership studies and serves as a strategic reference for developing future principal candidate training programs.
REKONSTRUKSI KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM HADITS TARBAWI: ANALISIS TEMATIK TERHADAP NILAI-NILAI AKHLAK NABAWI Erli Yana; Elly Kurniawati; A. Gani; Muhammad Akmansyah; Amirudin Amirudin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6626

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan moral dalam dunia pendidikan Indonesia, seperti perundungan, intoleransi, dan krisis integritas, yang menunjukkan bahwa penguatan aspek kognitif semata belum cukup membentuk karakter siswa. Kondisi ini mendorong perlunya rekonstruksi konsep pendidikan karakter yang berakar pada nilai-nilai keislaman, khususnya hadits tarbawi sebagai sumber ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep pendidikan karakter melalui analisis tematik (maudhu’i) terhadap nilai-nilai akhlak nabawi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan menghimpun hadits-hadits terkait nilai kejujuran (?idq), amanah (mas’uliyyah), kesabaran (?abr), dan persaudaraan (ukhuwwah), kemudian dianalisis secara konseptual dan pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis hadits tarbawi dapat dirumuskan dalam tiga dimensi utama: ontologis (tauhid sebagai sumber nilai moral), epistemologis (hadits sebagai sumber teori dan metodologi pendidikan), dan aksiologis (transformasi sosial sebagai tujuan akhir). Rekonstruksi ini menegaskan bahwa pendidikan karakter dalam perspektif hadits bersifat integratif, transendental, dan kontekstual. Dengan demikian, hadits tarbawi menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk memperkuat sistem pendidikan karakter nasional secara lebih aplikatif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Hadits Tarbawi, Akhlak Nabawi