Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Upaya Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Mengurangi Resiko Residivis Klien Dewasa Kasus Narkotika Di Balai Pemasyarakatan Kelas I Serang Hilal Khabib As Sulthon; Budi Priyatmono
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3559

Abstract

Residivisme pada kasus narkotika menjadi masalah serius yang menghambat proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Serang berperan penting dalam mengurangi risiko tersebut melalui peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya optimalisasi PK dalam menangani klien dewasa kasus narkotika, serta faktor-faktor yang menghambat dan mendukungnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap PK dan klien di Bapas Serang. Penelitian ini didasari oleh teori sosial kognitif Albert Bandura dan teori peran sosial George Herbert Mead untuk memahami perubahan perilaku klien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya PK telah dilakukan melalui asesmen, litmas, pembinaan keterampilan, dan pendampingan psikososial. Hambatan yang dihadapi antara lain beban kerja tinggi dan minimnya sarana. Sementara itu, dukungan keluarga dan mitra kerja menjadi faktor pendukung keberhasilan. Dapat disimpulkan bahwa optimalisasi peran PK sangat penting dalam menekan angka residivisme. Diperlukan penguatan peran, peningkatan SDM, serta kerja sama lintas sektor untuk memaksimalkan keberhasilan pembimbingan
Penerapan Restorative Justice dalam Penanganan Anak yang Berkonflik dengan Hukum di Kota Palembang (Studi Kasus Pelaku Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur) Annisa Nur Aziza; Umar Anwar; Budi Priyatmono; Ali Muhammad
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 8, No 1 (2026): January 2026
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v8i1.8852

Abstract

The implementation of restorative justice in Indonesia is legally regulated under the Juvenile Criminal Justice System Law. However, it faces challenges, particularly in serious crimes such as the rape of a minor at the Kuburan Cina cemetery in Palembang, involving four juvenile offenders. One of them, IS (aged 16), was sentenced to ten years in LPKA, while the other three, all under 12, were placed in LPKS for one year of rehabilitation. This study critically examines the application of restorative justice in cases of child-perpetrated sexual violence, focusing on the balance between offender rehabilitation and justice for victims. Using a qualitative case study method, data were obtained through interviews with legal authorities, social workers, families, and community figures. The findings reveal that restorative justice efforts are insufficient in achieving reconciliation, with communities—especially victims’ families rejecting such approaches in serious offenses. The perceived leniency has fueled public preference for retributive justice.