Harizona Aulia Rahman
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Restorasi Working Geometry dan Penanganan Soft Soil dalam Perencanaan Jalan Low-Wall Pit DP Middle PT Dizamatra Powerindo: Integrasi Geometri Jalan, Daya Dukung Tanah, dan Stabilitas Lereng Harizona Aulia Rahman
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

PT Dizamatra Powerindo menghadapi kendala kritis dalam pencapaian target produksi batubara sebesar 378.000 ton di Pit DP Middle akibat hambatan geometri penambangan. Jalan eksisting di sisi high-wall membatasi penggalian hingga elevasi RL+60, padahal desain awal menargetkan RL+30. Solusi pembangunan jalan alternatif di sisi low-wall terkendala keberadaan material soft soil bekas jalur aliran sungai (creek), yang berisiko menyebabkan penurunan tanah, kerusakan struktur jalan, dan ketidakstabilan lereng. Penelitian ini bertujuan merancang konstruksi jalan low-wall yang memenuhi aspek keamanan, efisiensi operasional, dan standar geoteknik. Pendekatan yang digunakan meliputi: (1) analisis geometri jalan berbasis spesifikasi alat angkut Komatsu HD 785-7, (2) pengujian daya dukung tanah in-situ menggunakan Dynamic Cone Penetrometer (DCP), (3) simulasi stabilitas lereng dengan software Slide 6.0, dan (4) desain teknis tiga dimensi menggunakan Minescape 5.7 untuk optimasi volume cut-fill. Hasilnya, diperoleh desain jalan sepanjang 751 meter dengan lebar 30 meter, grade 7,72%, superelevasi 1 meter, dan bundwall setinggi 2 meter. Pengangkatan material soft soil secara signifikan meningkatkan faktor keamanan lereng dari 1,029 menjadi 1,379. Material surfacing yang digunakan berasal dari disposal DP South dengan nilai CBR 38,5%, melebihi syarat minimum 36,68%. Konstruksi direncanakan selesai dalam waktu 35 hari melalui empat tahap utama. Solusi ini berhasil memulihkan geometri kerja yang terhambat dan memastikan keberlanjutan operasional dalam pencapaian target produksi.