PT Dizamatra Powerindo menghadapi kendala kritis dalam pencapaian target produksi batubara sebesar 378.000 ton di Pit DP Middle akibat hambatan geometri penambangan. Jalan eksisting di sisi high-wall membatasi penggalian hingga elevasi RL+60, padahal desain awal menargetkan RL+30. Solusi pembangunan jalan alternatif di sisi low-wall terkendala keberadaan material soft soil bekas jalur aliran sungai (creek), yang berisiko menyebabkan penurunan tanah, kerusakan struktur jalan, dan ketidakstabilan lereng. Penelitian ini bertujuan merancang konstruksi jalan low-wall yang memenuhi aspek keamanan, efisiensi operasional, dan standar geoteknik. Pendekatan yang digunakan meliputi: (1) analisis geometri jalan berbasis spesifikasi alat angkut Komatsu HD 785-7, (2) pengujian daya dukung tanah in-situ menggunakan Dynamic Cone Penetrometer (DCP), (3) simulasi stabilitas lereng dengan software Slide 6.0, dan (4) desain teknis tiga dimensi menggunakan Minescape 5.7 untuk optimasi volume cut-fill. Hasilnya, diperoleh desain jalan sepanjang 751 meter dengan lebar 30 meter, grade 7,72%, superelevasi 1 meter, dan bundwall setinggi 2 meter. Pengangkatan material soft soil secara signifikan meningkatkan faktor keamanan lereng dari 1,029 menjadi 1,379. Material surfacing yang digunakan berasal dari disposal DP South dengan nilai CBR 38,5%, melebihi syarat minimum 36,68%. Konstruksi direncanakan selesai dalam waktu 35 hari melalui empat tahap utama. Solusi ini berhasil memulihkan geometri kerja yang terhambat dan memastikan keberlanjutan operasional dalam pencapaian target produksi.
Copyrights © 2026