Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya Politik Birokrasi Dan Tantangan Good Governance Di Pemerintah Kota Pematangsiantar Rindu Erwin Marpaung; Erick Mangandar Tua manurung; Yamuger Siburian; Andreas Adiputra Saragih; Andre Exaudi Siboro; Yoko Manurung; Ayu Wandriani; Ella Merliani Br Ginting
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 3 No. 3 (2025): JIMNU - NOVEMBER
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v3i3.640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya politik birokrasi dan tantangan good governance di Pemerintah Kota Pematangsiantar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi bahwa tata kelola pemerintahan daerah belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, profesionalitas aparatur, dan responsivitas pelayanan publik. Di sisi lain, kondisi tersebut diduga berkaitan erat dengan budaya politik birokrasi yang masih hierarkis, dominatif, dan kurang partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada bulan Desember 2025 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, pengguna layanan publik, aktivis/LSM, dan pihak lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik birokrasi di Pemerintah Kota Pematangsiantar masih cenderung top-down, berorientasi pada loyalitas terhadap pimpinan, dan belum memberi ruang yang memadai bagi transparansi, akuntabilitas, serta inovasi kelembagaan. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi publik, lemahnya kepercayaan terhadap objektivitas tata kelola jabatan, rendahnya profesionalitas aparatur, serta belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya budaya politik partisipatif dalam birokrasi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kualitas tata kelola pemerintahan di Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Eceng Gondok untuk Bernilai Ekonomis bagi Masyarakat Danau Toba: Socialization of Water Hyacinth Waste Utilization for Economic Value for the Lake Toba Community Herna Febrianty Sianipar; Rindu Erwin Marpaung; Meliana Gultom; Bernard Simanjuntak; Yosua Marasi Parningotan Siagian; Basar Lolo Siahaan
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 6 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i6.11560

Abstract

This community service project aims to address the serious environmental threat to Lake Toba caused by the massive proliferation of water hyacinth (Eichhornia crassipes), while also offering an economic solution for the surrounding community by utilizing it as a fermented probiotic feed with high monetary value. Lake Toba, as a Super Priority Tourism Destination, requires an integrated waste management solution. The implementation method for this activity involves participatory socialization and live demonstrations, with 50 participants from fish farmers, entrepreneurs, and housewives in the Sibola Hotasas Village area, Balige, North Sumatra Province. The main material presented included identifying water hyacinth nutrients and simple probiotic feed production techniques using probiotic bacteria and molasses. The questionnaire evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge, with the average understanding score rising from 45% to 90%, indicating successful technology transfer. The use of water hyacinth as probiotic feed not only contributes to efforts to mitigate ecological waste in Lake Toba waters but also provides a direct economic impact through potential savings in animal feed costs compared to commercial feed. It is hoped that this activity will be the first step toward establishing a communal business unit based on water hyacinth recycling, serving as a model of environmental and economic sustainability for the Lake Toba community.