Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Berbasis Artificial Intelligence terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi Asrul
JUDIKA: Jurnal Pendidikan dan Bahasa Vol. 3 No. 3 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : PT. SORATEKNO PUBSLIHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/judika.v3i3.265

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Learning Management System (LMS) telah mendorong transformasi pembelajaran di perguruan tinggi. Pemanfaatan LMS berbasis AI memungkinkan personalisasi materi, pemberian umpan balik otomatis, serta analisis pembelajaran yang adaptif. Namun, efektivitas implementasinya dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa masih memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan LMS berbasis AI terhadap motivasi belajar dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada 120 mahasiswa yang menggunakan LMS berbasis AI serta dokumentasi nilai akademik. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan LMS berbasis AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa (? = 0,62; p < 0,001) dan hasil belajar (? = 0,41; p < 0,01). Selain itu, motivasi belajar terbukti memediasi hubungan antara LMS berbasis AI dan hasil belajar (? = 0,29; p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi AI dalam LMS efektif meningkatkan kualitas pembelajaran apabila didukung oleh desain instruksional yang tepat dan keterlibatan aktif mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian teknologi pendidikan berbasis AI serta memberikan rekomendasi strategis bagi perguruan tinggi dalam transformasi digital pembelajaran.
Manajemen Teknologi Pendidikan Berbasis Hybrid Learning di Perguruan Tinggi Asrul
JUDIKA: Jurnal Pendidikan dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : PT. SORATEKNO PUBSLIHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/judika.v4i2.274

Abstract

Perkembangan transformasi digital dalam sektor pendidikan telah mendorong perguruan tinggi untuk mengadopsi sistem pembelajaran berbasis teknologi yang lebih fleksibel dan adaptif. Salah satu pendekatan yang berkembang pesat adalah hybrid learning, yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring melalui pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen teknologi pendidikan berbasis hybrid learning di perguruan tinggi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap dosen dan mahasiswa pada beberapa perguruan tinggi. Teknik analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antara variabel kesiapan teknologi, kompetensi digital, dukungan institusi, kualitas sistem pembelajaran, dan efektivitas hybrid learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen teknologi pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan implementasi hybrid learning. Kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi digital dosen dan mahasiswa, serta dukungan kebijakan institusi menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, interaksi akademik, dan kepuasan pengguna. Selain itu, penerapan hybrid learning mampu meningkatkan fleksibilitas pembelajaran, aksesibilitas pendidikan, dan efisiensi proses akademik di perguruan tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model manajemen teknologi pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung transformasi digital perguruan tinggi di era Society 5.0.
Evaluasi Kesiapan Teknologi (Technology Readiness) pada Instansi Pemerintah Berbasis E-Government Asrul
Portal Riset dan Inovasi Sistem Perangkat Lunak Vol. 4 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : SoraTekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/prinsip.v4i1.246

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital pada sektor pemerintahan melalui penerapan E-Government. Implementasi E-Government bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Namun demikian, keberhasilan penerapan E-Government sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan teknologi (technology readiness) pada instansi pemerintah. Kesiapan teknologi mencakup aspek infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, dukungan organisasi, keamanan sistem, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan digital. Rendahnya kesiapan teknologi dapat menjadi hambatan dalam optimalisasi layanan pemerintahan berbasis elektronik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesiapan teknologi pada instansi pemerintah berbasis E-Government. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap aparatur sipil negara (ASN) pada beberapa instansi pemerintah yang telah menerapkan sistem E-Government. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antara variabel infrastruktur teknologi, kompetensi digital, dukungan manajemen, keamanan sistem informasi, dan kesiapan implementasi E-Government. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur teknologi, kompetensi digital aparatur, dukungan manajemen, dan keamanan sistem informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan teknologi instansi pemerintah dalam implementasi E-Government. Infrastruktur teknologi yang memadai dan dukungan kebijakan organisasi menjadi faktor dominan dalam meningkatkan efektivitas layanan pemerintahan digital. Selain itu, peningkatan kompetensi digital ASN juga berperan penting dalam mendukung adaptasi terhadap transformasi digital pemerintahan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian manajemen teknologi sektor publik serta menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam meningkatkan kesiapan teknologi untuk mendukung implementasi E-Government yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.