Perkembangan sektor kuliner di Indonesia semakin pesat seiring dengan meningkatnya tren konsumsi modern dan perubahan gaya hidup masyarakat. Kondisi ini menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berinovasi dalam menciptakan produk, tetapi juga mampu mengelola biaya secara efektif guna menjaga keberlanjutan usaha. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk praktik kewirausahaan melalui usaha Fuwa Cheesecake, yang menghadirkan produk cheesecake dengan berbagai varian rasa menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan biaya produksi sebagai dasar dalam penetapan harga jual produk. Metode yang digunakan adalah pendekatan cost-based pricing melalui metode markup pricing, dengan menghitung total biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung pada setiap varian. Perhitungan dilakukan terhadap empat varian produk, yaitu Blueberry, Strawberry, Salted Caramel, dan Chocolate Mousse, yang menunjukkan adanya perbedaan biaya produksi akibat variasi bahan dan teknik pengolahan. Fuwa Cheesecake menetapkan persentase markup sebesar 80% untuk varian Blueberry dan Strawberry yang menggunakan topping berbasis pudding Nutrijell dengan proses sederhana, serta 120% untuk varian Salted Caramel dan Chocolate Mousse yang memerlukan bahan premium serta teknik pengolahan lebih kompleks seperti karamelisasi dan pencairan cokelat. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dan tanggapan konsumen, produk dinilai memiliki kualitas rasa yang sepadan dengan harga jual yang ditetapkan, di mana cita rasa lembut dan tekstur creamy menjadi daya tarik utama yang memperkuat nilai produk. Dengan demikian, penerapan perhitungan biaya produksi yang rinci dan akurat menjadi landasan penting dalam penetapan harga jual, sehingga usaha dapat bersaing secara adil di pasar sekaligus memastikan keberlanjutan profitabilitas.