Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan belanja modal terhadap kemandirian keuangan daerah Kabupaten Bengkulu Tengah pada periode 2014-2024. Isu ini penting karena otonomi daerah menuntut pemerintah kabupaten memiliki kapasitas fiskal yang kuat, tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik, portal data APBD Kementerian Keuangan, dan laporan realisasi APBD daerah. Variabel dependen adalah rasio kemandirian keuangan daerah, sedangkan variabel independen mencakup PAD, DAK, dan belanja modal. Analisis dilakukan melalui regresi linear berganda dengan bantuan EViews, didahului pengujian asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model dan konsistensi hasil estimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah dengan probabilitas 0,0272. DAK tidak berpengaruh signifikan dengan probabilitas 0,6935, sedangkan belanja modal juga tidak signifikan dengan probabilitas 0,8701. Secara simultan, ketiga variabel tidak berpengaruh signifikan pada taraf 5%, dengan Prob(F-statistic) 0,098788. Nilai R² sebesar 0,623483 menunjukkan bahwa 62,34% variasi kemandirian keuangan daerah dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan PAD, pengelolaan transfer yang produktif, dan belanja modal yang terarah perlu ditempatkan sebagai strategi utama untuk memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Bengkulu Tengah serta memperluas ruang kebijakan pembangunan daerah secara berkelanjutan.