Sudirman Nasir
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN LANSIA PENDERITA DEMENTIA DI WILAYAH PUSKESMAS TURIKALE KABUPATEN MAROS Filzawati Sindangan; Sudirman Nasir; Muh. Arsyad Rahman
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.24985

Abstract

Latar Belakang: Data dari World Health Organization (WHO) dan Alzheimer’s Disease International Organization memaparkan jumlah total orang dengan dementia di seluruh dunia pada tahun 2020 mencapai 50 juta orang, dengan hampir 60% penderita berada di negara berkembang. Kurangnya kesadaran akan gejala awal dementia di antara pendamping menciptakan tantangan yang cukup substansial dalam mendeteksi penyakit yang melemahkan lansia. Tujuan: Menganalisis perilaku pencarian pengobatan penderita dementia pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Dasar pemilihan metode kualitatif bertujuan untuk memahami sudut pandang dari informan. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukkan pencarian pengobatan terhadap dementia yaitu; tidak melakukan tindakan apapun atau tidak mencari pengobatan karena tidak memiliki pengetahuan dan cenderung menerima keadaan lansia, melakukan pengobatan sendiri tanpa pemeriksaan terlebih dahulu, dengan memberikan obat atau suplemen yang mereka yakini bermanfaat dapat menyembuhkan dementia yang dialami lansia dan mengakses layanan kesehatan kepada dokter atau petugas kesehatan, mereka lakukan atas pemahaman pendamping terkait dementia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan mayoritas informan tidak melakukan pengobatan, cenderung menerima kondisi lansia dan hanya menerima pemeriksaan home care yang dilakukan puskesmas. Pendamping hendaknya mengeksplorasi informasi terkait serta melakukan pemeriksaan Kesehatan dengan menjangkau bantuan professional agar memahami kesehatan serta kebutuhan lansia dan mencegah kondisi semakin buruk.
PERILAKU RESILIENSI PADA PENYINTAS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KOTA MAKASSAR Afifah Nada Aqilah; Sudirman Nasir; Muh. Arsyad Rahman
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 1: FEBRUARY 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i1.25184

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengalami kenaikan tiap tahunnya. Setidaknya terdapat ribuan penyintas yang pernah mengalami kekerasan yang tentu berdampak terhadap perilaku resilien (bertahan) pada seorang penyintas.  Tujuan: Mengeksplorasi proses kejadian KDRT yang menunjukkan pola perilaku resiliensi yang dilakukan para penyintas (survivor). Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan sebagai sumber data dalam penelitian dilakukan secara purposive, yaitu dipilih dengan berdasarkan asas subyek yang mengalami KDRT. Informan terdiri dari 13 orang termasuk penyintas KDRT, keluarga, dan pihak dari masing-masing lembaga terkait. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa delapan informan mengalami berbagai jenis kekerasan seperti kekerasan fisik, kekerasan ekonomi, dan kekerasan psikis. Dampak yang ditunjukkan pun beragam sehingga beberapa informan mengaku bahwa sebelum menerapkan perilaku resilien, mereka sempat melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. Pelaku juga kadang melakukan tindakan seperti menyalahkan korban dan malah membuat korban harus meminta maaf. Perilaku resilien yang ditunjukkan pun berbeda-beda seperti melakukan upaya pencarian bantuan, upaya konfrontasi pada kekerasan, dan kemampuan coping terhadap stressor. Kesimpulan: Perilaku resilien pada penyintas KDRT menunjukkan beberapa perbedaan pada waktu dan perilaku yang dilakukan tapi hasil menunjukkan kesamaan faktor yang mempengaruhi perilaku resilien itu sendiri yakni dominan karena kehadiran anak. Hal ini diharapkan kepada penyintas dan korban KDRT hendaknya mencari bantuan profesional baik lembaga hukum atau bantuan profesional kesehatan.