Latar belakang. Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja, salah satunya adalah kelelahan. Kelelahan kerja penyumbang setengah dari kecelakaan kerja yang terjadi, namun masih sering dianggap sepele dan tidak menjadi prioritas perusahaan atau industri. Petani rumput laut merupakan salah satu pekerjaan sektor informal yang berisiko terkena gangguan kesehatan dan kelelahan akibat lingkungan kerja, keadaan saat bekerja yang bersifat monoton dan minimnya waktu istirahat. Apabila kelelahan kerja tidak segera ditangani dan segera beristirahat, maka akan terjadi akumulasi kelelahan dalam sehari, sehingga dapat berdampak lebih parah terhadap kesehatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja pada pekerja petani rumput laut. Metode. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Adapun besar sampel penelitian sebanyak 86 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner IFRC (SSRT: Subjective Self Rating Test) untuk mengukur tigkat kelelahan individu secara subjektif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil. Hasil penelitian didapatkan bahwa kelelahan berat pada kategori umur dewasa (26-59 tahun) sebanyak 42 (77,78%) responden, jenis kelamin perempuan paling banyak 51 (78,45%) responden, masa kerja >5 tahun lebih banyak 51 (77,27%) responden, pekerja yang bekerja secara monoton sebanyak 66 (79,52%) responden, pekerja yang tidak terpapar sinar matahari sebanyak 58 (78,38%) responden, pekerja dengan kondisi kesehatan sakit sebanyak 51 (85%) responden. Kesimpulan. Variabel independen umur, jenis kelamin, masa kerja, kerja bersifat monoton, lingkungan kerja fisik, dan kondisi kesehatan memiliki gambaran terjadinya kelelahan berat tehadap variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Disarankan pada pekerja petani rumput laut harus membiasakan diri melakukan perenggangan otot.