A. Muflihah Darwis
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA TEKNIS PROYEK KONSTRUKSI BBKPM MAKASSAR Arfani Amalia; M. Furqaan Naeim; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26322

Abstract

Latar Belakang: ILO menjelaskan bahwa pada tahun 2017 sebanyak 380.000 pekerja (13,7%) meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja 85% disebabkan oleh faktor manusia (tidak menggunakan APD). Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kepatuhan penggunaan APD pada pekerja teknis proyek konstruksi gedung perawatan dan penunjang TBC Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan pendeketan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja teknis proyek konstruksi gedung perawatan dan penunjang TBC Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. Jumlah sampel sebanyak 86 yang ditentukan berdasarkan teknik pengumpulan sampel menggunakan exhaustive sampling (total sampling). Data dianalisis menggunakan SPSS dengan dua metode analisis yaitu univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar pekerja teknis tidak patuh penggunaan APD di tempat kerja dengan persentase sebesar 66,3%, (57 pekerja), sedangkan pada pekerja teknis yang patuh menggunakan APD memiliki persentase sebesar 33,7% (29 pekerja). Pengetahuan (p=0,000) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Sikap (p=0,021) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Tingkat pendidikan (p=0,000) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. serta ketersedian APD (p=0,021), dan pengawasan K3 (p=0,001) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, ketersediaan APD, dan pengawasan K3 dengan kepatuhan penggunaan APD. Pekerja perlu meningkatkan pengetahuan mengenai APD, agar mendukung peningkatan penggunaan APD di tempat kerja.
GAMBARAN KELELAHAN KERJA PADA PETANI RUMPUT LAUT DI DESA PITUSUNGGU KABUPATEN PANGKEP Ardayanti Asmudin; Awaluddin Awaluddin; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34989

Abstract

Latar belakang. Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja, salah satunya adalah kelelahan. Kelelahan kerja penyumbang setengah dari kecelakaan kerja yang terjadi, namun masih sering dianggap sepele dan tidak menjadi prioritas perusahaan atau industri. Petani rumput laut merupakan salah satu pekerjaan sektor informal yang berisiko terkena gangguan kesehatan dan kelelahan akibat lingkungan kerja, keadaan saat bekerja yang bersifat monoton dan minimnya waktu istirahat. Apabila   kelelahan kerja tidak segera ditangani dan segera beristirahat, maka akan terjadi akumulasi kelelahan dalam  sehari, sehingga dapat berdampak lebih parah terhadap kesehatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja pada pekerja petani rumput laut. Metode. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Adapun besar sampel penelitian sebanyak 86 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner IFRC (SSRT: Subjective Self Rating Test) untuk mengukur tigkat kelelahan individu secara subjektif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil. Hasil penelitian didapatkan bahwa kelelahan berat pada kategori umur dewasa (26-59 tahun) sebanyak 42 (77,78%) responden, jenis kelamin perempuan paling banyak 51 (78,45%) responden, masa kerja >5 tahun lebih banyak 51 (77,27%) responden, pekerja yang bekerja secara monoton sebanyak 66 (79,52%) responden, pekerja yang tidak terpapar sinar matahari sebanyak 58 (78,38%) responden, pekerja dengan kondisi kesehatan sakit sebanyak 51 (85%) responden. Kesimpulan. Variabel independen umur, jenis kelamin, masa kerja, kerja bersifat monoton, lingkungan kerja fisik, dan kondisi kesehatan memiliki gambaran terjadinya kelelahan berat tehadap variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Disarankan pada pekerja petani rumput laut harus membiasakan diri melakukan perenggangan otot.
FAKTOR-FAKTOR KELELAHAN KERJA PADA PRAMUDI BUS TRANS MAMMINASATA DI KOTA MAKASSAR Rahmat Ramadhan; Awaluddin Awaluddin; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36085

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja dapat mengakibatkan menurunnya kinerja serta dapat menambah tingkat kecelakaan kerja. Kelelahan pada pengendara sangat berpengaruh buruk terhadap konsentrasi berkendara. Menurut WHO setiap 24 detik ada nyawa yang melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Data Korlantas Polri dipublikasikan Kementerian Perhubungan kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 telah menewaskan 25.266 korban jiwa. Sementara jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun lalu sebanyak 10.553 orang, dan korban luka ringan 117.913 orang dengan Kasus kecelakaan lalu lintas yang paling tinggi dengan persentase 73%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pramudi bus di PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Total Sampling, Besar sampel berjumlah 115 Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan masa kerja (p=0,115), waktu istirahat (p=0,056), usia (p=0,185) dengan kelelahan kerja pada Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar, sedangkan variabel status gizi (p= 0,002), motivasi kerja (p=0,000) dan beban kerja (p=0,000) terdapat hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja pada Pramudi Bus PT. Trans Mamminasata Kota Makassar. Kesimpulan: Pada Pramudi Bus PT. Trans mamminasata Kota Makassar, masa kerja, waktu istirahat, dan usia adalah faktor yang tidak berhubungan, sedangkan status gizi, motivasi kerja, dan beban kerja adalah faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Untuk mengontrol kelelahan kerja, penting juga untuk mempertimbangkan faktor lain seperti lingkungan kerja.