Awaluddin Awaluddin
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Rakyat Makassar Lisdha Ardiyany Ilyas; Muhammad Rum Rahim; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 1 No. 2: JUNE 2020
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.353 KB) | DOI: 10.30597/hjph.v1i2.10940

Abstract

The development of the world of work is greatly improved with various types of occupational professions, ranging from light work to work that drains the mind and also energy in addition, workers from any profession must have felt fatigue when they carry out work, and it can trigger work stress on someone who arises from several factors in the workplace so that the quality of their work is not productive. The study aims to determine the relationship between age, workload, mental demands, social support for work stress in nurses at RSUD Sayang Rakyat Makassar. The cross sectional study was conducted. The research will be conducted at RSUD Sayang Rakyat Makassar in February until March 2020. The population in this study is all nurses of RSUD Sayang Rakyat Makassar totaling 99 people. Analysis of the data used univariate and bivariate analysis. The results showed that as many as 15.2% experienced work stress and those without work stress were 84.8%. There is no relationship between age and value (p=0.421). There is no relationship between workload (p=0,000) and social support (p=0.001), mental demands (p=0,000) have a relationship with nurses at RSUD Sayang Rakyat Makassar. This research suggests evaluating nurses work descriptions and effective communication routinely every briefing before work. It is expected that activities outside of work such as recreation or in the form of entertainment.
MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PEKERJA TALLYMAN PT. KALTIM KARIANGAU TERMINAL BALIKPAPAN Nahdah Nur Laili; Awaluddin Awaluddin; A. Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26692

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan bongkar muat peti kemas memiliki potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang serius. Tallyman merupakan tenaga kerja yang berhadapan langsung dengan kegiatan bongkar muat tersebut. Tujuan: Mengetahui langkah-langkah manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan menggunakan metode Hazard identification, Risk Assessment, Determine Control (HIRADC). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 38 orang yang merupakan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2023. Analisis data yang dilakukan adalah analisa deskriptif. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi, potensi bahaya yang dihadapi pekerja tallyman bongkar muat peti kemas terdiri dari 4 bahaya mekanik, 3 bahaya fisik, dan 1 bahaya biologi. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 2 bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 bahaya dengan kategori sedang dan 3 bahaya dengan kategori rendah. Pengendalian risiko yang telah dilakukan berupa dengan rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan APD. Kesimpulan: Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko dalam menjalankan aktivitas kerjanya, begitupun pekerja tallyman bongkar muat peti kemas. Diharapkan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas menyadari akan potensi bahaya dan risiko yang dialami dan mengikuti instruksi kerja yang telah ditetapkan sehingga dapat mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja.
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 MAKASSAR Humairah Latifah; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26906

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek terpenting dalam keselamatan kerja dan dapat melindungi tenaga kerja yang ada dari berbagai bahaya akibat kerja dan penyakit umum lainnya. Produktivitas tenaga kerja harus dipertimbangkan karena sangat penting bagi bisnis apa pun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 5 dermaga yaitu dermaga 100 sebanyak 5 orang, dermaga 102 sebanyak 5 orang, dermaga 104 sebanyak 5 orang, dermaga 105 sebanyak 5 orang dan dermaga 150 sebanyak 5 orang, regional sebanyak 9 orang dan PT IKT (Indonesia Kendaraan terminal) sebanyak 10 orang orang, dengan sampel sebesar 31 dan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Adapun variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD yaitu variabel pengetahuan (p=0,005). Sedangkan variabel sikap (p=0,436), tindakan (p=0,365), pengawasan (p=0,830), dan ketersediaan APD (p=304) tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: penggunaan APD dan tidak ada hubungan antara sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan disarankan untuk memberikan reward  untuk pekerja yang rajin menggunakan APD pada saat bekerja.
ANALISIS FAKTOR RISIKO ERGONOMI TERHADAP KELUHAN MSDs PADA PEKERJA AKTIVITAS MANUAL LIFTING DI PT. X Nasyirah Siddiqah; Awaluddin Awaluddin; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27025

Abstract

Latar Belakang: International Labour Organization (ILO) mencatat bahwa setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja dan penyakit aibat kerja yang disebabkan oleh faktor kondisi tidak aman (unsafe condition), perbuatan tidak aman (unsafe act), kelelahan kerja dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko ergonomi terhadap keluhan MSDs pada pekerja aktivitas manual lifting di PT.X Metode: Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. X selama bulan Maret. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik fisher’s exact test. Hasil: Hasil uji statistic fisher’s exact test pengetahuan (p=0,003) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Beban kerja (p=0,059) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Durasi kerja (p=0,876) menunjukan tidak ada hubungan dengan risiko ergonomi. Sementara itu, Risiko ergonomi (p=0,047) menunjukan ada hubungan dengan keluhan MSDs. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan beban kerja dengan risiko ergonomi, tidak ada hubungan durasi kerja dengan risiko ergonomi, dan ada hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs. Saran bagi perusahaan yaitu menyediakan alat bantu mengangkat beban seperti electric hoist di area kerja boiler, cool room, alkalizer, milling liquor dan memberikan sosialisasi serta pelatihan mengenai penanggulangan risiko ergonomi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA CLEANING SERVICE Andi Nurul Farihah Abustan; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.27540

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan penurunan keinginan untuk melanjutkan pekerjaan yang disebabkan oleh kondisi-kondisi tertentu. International Labour Organitation (ILO) mencatat bahwa sebanyak dua juta pekerja meninggal setiap tahun akibat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan kerja dan dari 58.115 sampel, 18.828 diantaranya atau sebanyak 32,8% mengalami kelelahan saat bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar selama bulan Maret – April 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 29 dengan menggunakan uji statistik chi-square test.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (20.8%) yang mengalami kelelahan kerja kategori kurang lelah, 16 responden (33.3%) pekerja lelah dan sebanyak 22 responden (45.8%) sangat lelah. Hasil uji pearson chi-square test menunjukkan ada hubungan antara umur (p = 0.001), masa kerja (p = 0.001), beban kerja (p = 0.001) dan IMT (p = 0.001) dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja, beban kerja dan IMT dengan kelelahan kerja pada pekerja cleaning service PT.Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar. Saran bagi pekerja untuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dalam rangka mengurangi kelelahan kerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEGAWAI UNIVERSITAS Abdul Hadi Al Muttaqin; Lalu Muhammad Saleh; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.28157

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan kejadian tidak terduga yang memicu gangguan pada suatu sistem atau individual yang diperkirakan menyebabkan 2,78 juta pekerja meninggal dunia setiap tahunnya. Kecelakaan kerja saat ini tidak lagi terbatas pada pekerjaan di pabrik, tapi juga ditemukan di gedung perkantoran. Sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh perilaku pekerja ketika bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pegawai di Universitas X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan melibatkan 336 sampel yang diambil menggunakan teknik proportional simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh area lingkup Universitas X yang berlangsung selama 7 bulan, sejak Januari-Juli 2023. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat melalui pendekatan uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,03 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara sikap (p = 0,00 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara persepsi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara motivasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara komunikasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Kesimpulan: Faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, motivasi, dan komunikasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku K3 pada pegawai Universitas X. Pihak Universitas X direkomendasikan untuk mengadakan program Behavior Based Safety (BBS), memaksimalkan meeting K3, dan meningkatkan giat promosi program K3.
HUBUNGAN FAKTOR ERGONOMI DENGAN KEJADIAN KELELAHAN KERJA PADA PENJAHIT DI PASAR SENTRAL KABUPATEN SOPPENG Ikrama Wardianti Basri; A. Muflihah Darwis Muflihah; Awaluddin Awaluddin; H. M. Tahir Abdullah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34861

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja adalah suatu kondisi penurunan efisiensi, ketahanan tubuh dalam bekerja, dan penurunan kapasitas kerja. Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan yang muncul karena aktivitas pekerja sehingga dapat mempengaruhi kinerja yang dapat menyebabkan kesalahan yang berbahaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, lama kerja, masa kerja, beban kerja, IMT, posisi duduk terhadap kelelahan kerja pada penjahit di pasar sentral Kabupaten Soppeng. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penjahit di pasar sentral Kabupaten Soppeng yang berjumlah 73 orang dengan menggunakan total sampling. Data Analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 73 orang sebanyak 68,5% yang mengalami kelelahan kerja. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara umur (p=0,014), lama kerja (p=0,01), dan posisi duduk (p=0,030) dengan kejadian kelelahan kerja. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p=0,372), beban kerja (p=0,330), dan IMT (p=0,526) dengan kejadian kelelahan kerja. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada penjahit di pasar Sentral Kabupaten Soppeng adalah umur, lama kerja, dan posisi duduk. Kepada pengelola pasar supaya menyediakan fasilitas kerja yang ergonomi seperti penyesuaian tinggi kursi sesuai dengan kebutuhan penjahit.
GAMBARAN KELELAHAN KERJA PADA PETANI RUMPUT LAUT DI DESA PITUSUNGGU KABUPATEN PANGKEP Ardayanti Asmudin; Awaluddin Awaluddin; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34989

Abstract

Latar belakang. Banyak faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja, salah satunya adalah kelelahan. Kelelahan kerja penyumbang setengah dari kecelakaan kerja yang terjadi, namun masih sering dianggap sepele dan tidak menjadi prioritas perusahaan atau industri. Petani rumput laut merupakan salah satu pekerjaan sektor informal yang berisiko terkena gangguan kesehatan dan kelelahan akibat lingkungan kerja, keadaan saat bekerja yang bersifat monoton dan minimnya waktu istirahat. Apabila   kelelahan kerja tidak segera ditangani dan segera beristirahat, maka akan terjadi akumulasi kelelahan dalam  sehari, sehingga dapat berdampak lebih parah terhadap kesehatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja pada pekerja petani rumput laut. Metode. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Adapun besar sampel penelitian sebanyak 86 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner IFRC (SSRT: Subjective Self Rating Test) untuk mengukur tigkat kelelahan individu secara subjektif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil. Hasil penelitian didapatkan bahwa kelelahan berat pada kategori umur dewasa (26-59 tahun) sebanyak 42 (77,78%) responden, jenis kelamin perempuan paling banyak 51 (78,45%) responden, masa kerja >5 tahun lebih banyak 51 (77,27%) responden, pekerja yang bekerja secara monoton sebanyak 66 (79,52%) responden, pekerja yang tidak terpapar sinar matahari sebanyak 58 (78,38%) responden, pekerja dengan kondisi kesehatan sakit sebanyak 51 (85%) responden. Kesimpulan. Variabel independen umur, jenis kelamin, masa kerja, kerja bersifat monoton, lingkungan kerja fisik, dan kondisi kesehatan memiliki gambaran terjadinya kelelahan berat tehadap variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Disarankan pada pekerja petani rumput laut harus membiasakan diri melakukan perenggangan otot.
HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA PT PLN UP-PLTD TELLO Farah Fadhilah Prins; Awaluddin Awaluddin; M. Furqaan Naiem
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35134

Abstract

Latar Belakang: Pajanan kebisingan di lingkungan kerja atau disebut sebagai polusi suara merupakan masalah utama kesehatan masyarakat di dunia yang berimplikasi terhadap kesehatan fisiologis dan psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebisingan, usia, masa kerja, dan tingkat pendidikan dengan stres kerja pada pekerja PT PLN UP-PLTD Tello. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 orang dan seluruhnya diambil untuk dijadikan sampel (exhaustive sampling). Pengumpulan data menggunakan alat sound level meter dan kuesioner DASS-21. Kemudian, data diolah menggunakan program SPSS dan ditampilkan dalam bentuk tabel beserta narasi. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan dengan stres kerja (p = <0,001), juga terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan stres kerja (p = 0,002). Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan stres kerja (p = 0,488), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan stres kerja (p = 0,728). Kesimpulan: Kebisingan dan usia memiliki berhubungan secara signifikan dengan stres kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pekerja yang berada di dalam atau sekitar ruang mesin harus menggunakan ear muff atau ear plug untuk mengurangi paparan kebisingan yang diterima. Perusahaan juga diharapkan mengawasi setiap pekerja agar disiplin dalam menggunakan APD tersebut.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PT. PLN SULAWESI Dwita Maulidyah; Atjo wahyu; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35446

Abstract

Latar Belakang: Low back pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang dirasakan di punggung bagian bawah yang belum dikategorikan sebagai diagnosis penyakit. LBP biasanya ditimbulkan oleh karakteristik individu, faktor pekerjaan, dan faktor lingkungan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP pada pekerja PT. PLN UIP3B Sulawesi. Metode: Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adlaah pegawai PT.PLN UIP3B Sulawesi yang berjumlah 86 responden berdasarkan rumus Isaac & Michel. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, tabulasi silang, dan narasi sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel usia (p=0,004), Indeks Massa Tubuh (p=0,019), gerakan berulang (p=0,008) dan durasi kerja (p=0,004) berhubungan dengan low back pain pada pegawai UIP3B Sulawesi. Sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,073) dan aktivitas fisik (p=0,946) tidak berhubungan dengan low back pain pada pegawai UIP3B Sulawesi. Sehingga dapat diketahui bahwa usia, IMT, gerakan berulang, dan durasi kerja berhubungan dengan kejadian low back pain pada pegawai UIP3B Sulawesi. Kesimpulan: Usia, IMT, Aktivitas fisik, Gerakan Berulang, dan Durasi Kerja berhubungan dengan kejadian low back pain pada Pekerja PT. PLN UIP3B Sulawesi. Diharapkan bagi para pekerja agar memperhatikan faktor-faktor penyebab terjadinya keluhan low back pain agar lebih berhati-hati dan diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya keluhan low back pain.