Latar Belakang: Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stres kerja. Data yang dirilis WHO menyatakan bahwa kurang lebih 450 juta penduduk dunia menderita gangguan mental dan perilaku, sehingga diperkirakan kejadian tersebut menjadi masalah utama kesehatan manusia yang termasuk di dalamnya stres akibat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja fisik dan non fisik dengan stres kerja pada pekerja unit produksi bata ringan PT. Bumi Sarana Beton Makassar kan oleh pekerjaans . Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Bumi Sarana Beton Makassar selama bulan Januari hingga Februari 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 23 dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil uji chi-square iklim kerja dengan stres kerja (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan iklim kerja dengan stres kerja. Kebisingan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan kebisingan dengan stres kerja. Pencahayaan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan pencahayaan dengan stres kerja. Pimpinan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan pimpinan dengan stres kerja. Sementara itu, rekan kerja (p-value eror) menunjukkan tidak ada hubungan rekan kerja dengan stres kerja. Kesimpulan: Iklim Kerja, kebisingan, pencahayaan dan pimpinan menunjukkan ada hubungan terhadap stres kerja. Saran bagi perusahaan untuk dapat memperhatikan iklim kerja, kebisingan dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan serta menjalin hubungan yang baik antar pimpinan dan bawahan.