Nahdah Nur Laili
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PEKERJA TALLYMAN PT. KALTIM KARIANGAU TERMINAL BALIKPAPAN Nahdah Nur Laili; Awaluddin Awaluddin; A. Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26692

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan bongkar muat peti kemas memiliki potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang serius. Tallyman merupakan tenaga kerja yang berhadapan langsung dengan kegiatan bongkar muat tersebut. Tujuan: Mengetahui langkah-langkah manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan menggunakan metode Hazard identification, Risk Assessment, Determine Control (HIRADC). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 38 orang yang merupakan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2023. Analisis data yang dilakukan adalah analisa deskriptif. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi, potensi bahaya yang dihadapi pekerja tallyman bongkar muat peti kemas terdiri dari 4 bahaya mekanik, 3 bahaya fisik, dan 1 bahaya biologi. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 2 bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 bahaya dengan kategori sedang dan 3 bahaya dengan kategori rendah. Pengendalian risiko yang telah dilakukan berupa dengan rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan APD. Kesimpulan: Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko dalam menjalankan aktivitas kerjanya, begitupun pekerja tallyman bongkar muat peti kemas. Diharapkan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas menyadari akan potensi bahaya dan risiko yang dialami dan mengikuti instruksi kerja yang telah ditetapkan sehingga dapat mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja.