Nur Arifah
Departemen Manajemen Rumah Sakit, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA STAF DI RUMAH SAKIT STELLA MARIS Azatil Ismah; Nur Arifah; Nurmala Sari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 1: FEBRUARY 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i1.34641

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit Stella Maris memiliki tingkat turnover yang tinggi. Penyebab turnover yang tinggi adalah bermasalahnya work engagement dan kepuasan kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan work engagement terhadap kepuasan kerja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 449 pekerja di Rumah Sakit Stella Maris dengan jumlah sampel sebanyak 208 orang. Teknik pengambilan sampel berupa proportional random sampling. Pengumpulan data terbagi dua yaitu primer dan sekunder, primer didapat dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder berupa tingkat turnover, sejarang dan struktur organisasi Rumah Sakit Stella Maris. Pengolahan data menggunakan software SPSS. Hasil: Menujukkan bahwa tingkat work engagement yang tinggi, terdapat 77 responden (47%) yang puas terhadap pekerjaannya dan 87 responden (53%) yang tidak puas terhadap pekerjaannya. Sedangkan pada tingkat work engagement yang rendah, terdapat 0 responden (0%) yang puas terhadap pekerjaannya dan 5 orang (100%) yang tidak puas terhadap pekerjaannya. Kesimpulan: terdapat hubungan antara work engagement terhadap kepuasan memperhatikan emosional pekerjanya terhadap pekerjaan mereka kerja. Rumah Sakit Stella Maris dapat mempertahankan tingkat work engagement. Diharapkan kepala Rumah Sakit Stella Maris dapat memperhatikan hal-hal yang dapat mempengaruhi turnover, work engagement, dan kepuasan kerja para pekerjanya.
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN EFEKTIF KEPALARUANGAN DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD HAJI MAKASSAR TAHUN 2024 Andi Zalsabila Febrianti Walinono; Alimin Maidin; Nur Arifah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35059

Abstract

Latar Belakang: Konsep pemikiran yang penting tentang keselamatan pasien yaitu adanya kepemimpinan di rumah sakit, Kepemimpinan efektif terdiri dari 6 komponen, yaitu pengetahuan, kesedaran diri, komunikasi, penggunaan energi, penentuan tujuan, dan pengambilan tindakan.Dengan banyaknya kasus IKP di RSUD Haji Makassar khususnya di Instalasi Rawat Inap menunjukkan bahwa penerapan budaya keselamatan pasien yang ada di RSUD Haji makassar belum optimal dimana peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien sangat dibutuhkan. Tujuan: Untuk melihat hubungan antara kepemimpinan efektif kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksanan di instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar. Penentuan jumlah sampel menggunakan Teknik total sampling dengan besar sampel adalah 133 responden yang merupakan perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Kepemimpinan efektif, Pengetahuan, Kesadaran diri, Komunikasi, dan penentuan tujuan kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di instalasi rawat inap RSUD Haji Makassar dan tidak ada hubungan antara Penggunaan energi dan Pengambilan tindakan kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di instalasi rawat inap RSUD Haji Makassar. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan kepemimpinan kepala ruangan sangat berperan penting terhadap penerapan budaya keselamatan pasien khususnya di instalasi rawat Inap. Disarankan kepada kepala ruangan agar lebih meningkatkan pengawasan, komunikasi dan pengambilan tindakan terhadap perawat pelaksana sehingga dapat meminimalisir terjadikan insiden keselamtan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar.