Latar Belakang: Konsep pemikiran yang penting tentang keselamatan pasien yaitu adanya kepemimpinan di rumah sakit, Kepemimpinan efektif terdiri dari 6 komponen, yaitu pengetahuan, kesedaran diri, komunikasi, penggunaan energi, penentuan tujuan, dan pengambilan tindakan.Dengan banyaknya kasus IKP di RSUD Haji Makassar khususnya di Instalasi Rawat Inap menunjukkan bahwa penerapan budaya keselamatan pasien yang ada di RSUD Haji makassar belum optimal dimana peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien sangat dibutuhkan. Tujuan: Untuk melihat hubungan antara kepemimpinan efektif kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksanan di instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar. Penentuan jumlah sampel menggunakan Teknik total sampling dengan besar sampel adalah 133 responden yang merupakan perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Kepemimpinan efektif, Pengetahuan, Kesadaran diri, Komunikasi, dan penentuan tujuan kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di instalasi rawat inap RSUD Haji Makassar dan tidak ada hubungan antara Penggunaan energi dan Pengambilan tindakan kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di instalasi rawat inap RSUD Haji Makassar. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan kepemimpinan kepala ruangan sangat berperan penting terhadap penerapan budaya keselamatan pasien khususnya di instalasi rawat Inap. Disarankan kepada kepala ruangan agar lebih meningkatkan pengawasan, komunikasi dan pengambilan tindakan terhadap perawat pelaksana sehingga dapat meminimalisir terjadikan insiden keselamtan pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Haji Makassar.