Andi Zulkifli
Departemen Epidemiologi, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALOCCI Hafizhah Nurul Afifah Hafizhah; Ridwan Amiruddin; Andi Zulkifli
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35221

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi ialah suatu kondisi kronis yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri dan menyebabkan tekanan darah menjadi abnormal. Selain menjadi salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian utama di dunia hipertensi juga dapat menimbulkan risiko mortalitas dini. Hipertensi menjadi penyumbang kurang lebih 40% penyebab kematian usia muda. Walaupun usia muda seharusnya masih termasuk usia produktif dan jauh dari penyakit, namun hipertensi juga banyak dialami oleh usia muda. Hal ini dikarenakan pola gaya hidup yang dijalani oleh penderita. Tujuan: Mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia muda. Metode: Desain penelitian menggunakan desain studi cross sectional. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah usia dewasa muda (20-44 tahun) sebanyak 3.448 orang dan diperoleh besar sampel penelitian sebanyak 145 sampel. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik (p=0,001), konsumsi garam (p=0,000), status merokok (p=0,000), dan kualitas tidur (p=0,007) terhadap kejadian hipertensi. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p=0,079) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: Variabel aktivitas fisik, konsumsi garam, status merokok, dan kualitas tidur berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia muda. Sedangkan tingkat stres tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia muda.
ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN NARKOBA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG DAN TEMPAT DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2022 Aulia Rachmaudina; Andi Zulkifli; Ryza Jazid Baharuddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.42055

Abstract

Latar Belakang: Sulawesi Selatan menempati urutan ke 11 provinsi dengan jumlah pengguna narkoba kelompok pernah pakai terbanyak pada tahun 2020. Tahun 2022, sebanyak 56 kelurahan yang termasuk pada status waspada kawasan rawan narkoba dan sebanyak 97 kelurahan lainnya berstatus siaga. Tujuan: Mengetahui sebaran kawasan rawan narkoba berdasarkan indikator tingkat pendidikan, tingkat perceraian, kepadatan penduduk, jarak ke terminal, kawasan pesisir, dan permukiman kumuh di Kota Makassar Tahun 2022.  Metode: Penelitian epidemiologi deskriptif dengan ecological study. Unit analisis dalam penelitian ini adalah 153 kelurahan dan 15 kecamatan di Kota Makassar. Analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dan statistik bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi positif antara tingkat pendidikan yang rendah (sig 2-tailed: 0.202), tingginya angka perceraian (sig 2-tailed: 0.006), tingginya kepadatan penduduk (sig 2-tailed: 0.000), dan keberadaan kawasan kumuh (sig 2-tailed: 0.405) dengan tingkat kerawanan narkoba di suatu kawasan. Korelasi yang signifikan ditemukan pada variabel angka perceraian dan tingkat kepadatan penduduk. Setiap titik terminal mencakup setidaknya dua kawasan berstatus waspada narkoba. Sebanyak 48 dari 56 Kelurahan berstatus waspada narkoba termasuk dalam jangkauan 3000 meter dari garis pantai. Kesimpulan: Kawasan rawan narkoba tersebar pada 153 kelurahan dengan berbagai kriteria, ada yang memiliki persentase pendidikan rendah yang tinggi, angka perceraian yang tinggi, angka kepadatan penduduk yang tinggi, dekat dari titik terminal, memiliki akses ke kawasan pesisir, dan memiliki kawasan kumuh. Sebanyak 6 kelurahan berstatus siaga berisiko rawan narkoba berdasarkan seluruh indikator yang diteliti. BNNP Sulawesi Selatan sebaiknya melaksanakan upaya P4GN di kelurahan berstatus siaga yang berisiko berdasarkan karakteristik orang dan tempat.