Andi Selvi Yusnitasari
Departemen Epidemiologi, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN BUKU SAKU RAPOR KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK PENCEGAHAN SKABIES Utami Pradana Putri; Andi Selvi Yusnitasari; Rosa Devitha Ayu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35439

Abstract

Latar Belakang: Skabies merupakan penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh sejenis kutu bernama Sarcoptes scabiei, faktor yang mempengaruhi kejadian skabies beberapa diantaranya adalah pengetahuan dan sikap individu. Peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan metode pembelajaran yang tepat dan efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies sebelum dan setelah intervensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan Pra Experimental dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test design. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan aplikasi spin the well random roulette pada 67 santri. Analisisi statistik menggunakan uji friedman yang dianalisis pada aplikasi SPSS.Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan (p value = 0,000), dengan nilai rata-rata 7.18, meningkat menjadi 8.39 pada post-test 1 dan 8.69 pada post-test 2. kemudian terdapat perbedaan sikap (p value = 0,000), dengan nilai rata-rata 42.99, meningkat menjadi 46.00 pada post-test 1 dan 46.51 pada post-test 2. Selanjutnya terdapat perbedaan praktik pencegahan skabies sebelum dan setelah intervensi (p value = 0,000) dengan nilai rata-rata 7.84, meningkat menjadi 8.85 pada post-test 1 dan 9.01 pada post-test 2.. Kesimpulan: Buku saku rapor kesehatan efektif sebagai media edukasi terhadap pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies. Pimpinan pondok pesantren IMMIM Modern Putra Makassar sebaiknya rutin melakukan edukasi kesehatan khususnya penyakit kulit skabies, serta memberikan himbauan dan pemantauan terhadap praktik kebersihan santri dan juga pemanfaatan buku saku rapor kesehatan.
DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI PRIMER PADA PASIEN DI POLIKLINIK INTERNA RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2024 Frensi Arynanti Tangki'; Nur Nasry Noor; Andi Selvi Yusnitasari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.36443

Abstract

Latar belakang: Prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ³15 tahun menurut SKI, 2023 adalah sebesar 29,5%. Hipertensi juga menempati peringkat ke 2 dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit. Hipertensi primer merupakan hipertensi yang belum diketahui penyebabnya sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya sudah diketahui. Tujuan: Menganalisis hubungan obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan stres dengan kejadian hipertensi primer pada pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2024. Metode: Penelitian dengan desain cross sectional melibatkan 220 pasien yang diambil menggunakan accidental sampling. Data diperoleh dari hasil wawancara pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin pada bulan Mei-Juni Tahun 2024 melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan variabel dependen dan variabel independen. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas (p-value = 0,001), konsumsi alkohol (p-value = 0,015), konsumsi garam (p-value = 0,001), aktivitas fisik (p-value = 0,015), dan stres (p-value = 0,001) dengan kejadian hipertensi primer. Sedangkan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi primer (p-value = 0,321). Kesimpulan: Ada hubungan antara variabel obesitas, konsumsi alkohol, konsumsi garam, aktivitas fisik, dan stres dengan kejadian hipertensi primer, sedangkan variabel kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi primer pada pasien di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Hasanuddin tahun 2024. Oleh sebab itu, diharapkan bagi pasien untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit hipertensi.