Latar Belakang: Skabies merupakan penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh sejenis kutu bernama Sarcoptes scabiei, faktor yang mempengaruhi kejadian skabies beberapa diantaranya adalah pengetahuan dan sikap individu. Peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan metode pembelajaran yang tepat dan efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies sebelum dan setelah intervensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan Pra Experimental dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test design. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan aplikasi spin the well random roulette pada 67 santri. Analisisi statistik menggunakan uji friedman yang dianalisis pada aplikasi SPSS.Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan (p value = 0,000), dengan nilai rata-rata 7.18, meningkat menjadi 8.39 pada post-test 1 dan 8.69 pada post-test 2. kemudian terdapat perbedaan sikap (p value = 0,000), dengan nilai rata-rata 42.99, meningkat menjadi 46.00 pada post-test 1 dan 46.51 pada post-test 2. Selanjutnya terdapat perbedaan praktik pencegahan skabies sebelum dan setelah intervensi (p value = 0,000) dengan nilai rata-rata 7.84, meningkat menjadi 8.85 pada post-test 1 dan 9.01 pada post-test 2.. Kesimpulan: Buku saku rapor kesehatan efektif sebagai media edukasi terhadap pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies. Pimpinan pondok pesantren IMMIM Modern Putra Makassar sebaiknya rutin melakukan edukasi kesehatan khususnya penyakit kulit skabies, serta memberikan himbauan dan pemantauan terhadap praktik kebersihan santri dan juga pemanfaatan buku saku rapor kesehatan.