Rosa Devitha Ayu
Departemen Epidemiologi, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SELF-MANAGEMENT DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Nasrullah Nasrullah; Rosa Devitha Ayu; Jumriani Ansar; Rizky Chaeraty Syam
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 7 No. 1: FEBRUARY 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i1.49731

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Puskesmas Kassi-Kassi mencatat jumlah kasus penderita diabetes melitus tipe 2 terbanyak kedua di 2024 di Kota Makassar. Orang dengan diabetes melitus tipe 2 berisiko menurunkan kualitas hidup pada aspek fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Keberhasilan pengelolaan diabetes melitus tipe 2 sangat bergantung pada self-management dan dukungan keluarga. Tujuan: Menganalisis hubungan antara self-management dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian ini berupa observasional analitik menggunakan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 terdiagnosa oleh dokter yang terdaftar dan berkunjung ke puskesmas. Sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow berjumlah 104 responden diabetes melitus tipe 2 dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November hingga Desember 2025 di Puskesmas Kassi-Kassi dengan mengguna-kan kuesioner sebagai instrumen. Selanjutnya, data dianalisis secara univariat dan bivariat melalui uji chi-square. Hasil: Analisis penelitian mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara self-management dengan kualitas hidup penderita (p = 0,005). Demikian pula, dukungan keluarga juga terbukti memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup mereka (p = 0,016). Kesimpulan: Self-management dan dukungan keluarga memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itu, penderita diabetes melitus tipe 2 disarankan untuk meningkatan self-management dan memperkuat dukungan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup yang lebih optimal.
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN BUKU SAKU RAPOR KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK PENCEGAHAN SKABIES Utami Pradana Putri; Andi Selvi Yusnitasari; Rosa Devitha Ayu
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35439

Abstract

Latar Belakang: Skabies merupakan penyakit infeksi kulit menular yang disebabkan oleh sejenis kutu bernama Sarcoptes scabiei, faktor yang mempengaruhi kejadian skabies beberapa diantaranya adalah pengetahuan dan sikap individu. Peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan metode pembelajaran yang tepat dan efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies sebelum dan setelah intervensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan Pra Experimental dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test design. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan aplikasi spin the well random roulette pada 67 santri. Analisisi statistik menggunakan uji friedman yang dianalisis pada aplikasi SPSS.Hasil: Terdapat perbedaan pengetahuan (p value = 0,000), dengan nilai rata-rata 7.18, meningkat menjadi 8.39 pada post-test 1 dan 8.69 pada post-test 2. kemudian terdapat perbedaan sikap (p value = 0,000), dengan nilai rata-rata 42.99, meningkat menjadi 46.00 pada post-test 1 dan 46.51 pada post-test 2. Selanjutnya terdapat perbedaan praktik pencegahan skabies sebelum dan setelah intervensi (p value = 0,000) dengan nilai rata-rata 7.84, meningkat menjadi 8.85 pada post-test 1 dan 9.01 pada post-test 2.. Kesimpulan: Buku saku rapor kesehatan efektif sebagai media edukasi terhadap pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan skabies. Pimpinan pondok pesantren IMMIM Modern Putra Makassar sebaiknya rutin melakukan edukasi kesehatan khususnya penyakit kulit skabies, serta memberikan himbauan dan pemantauan terhadap praktik kebersihan santri dan juga pemanfaatan buku saku rapor kesehatan.