Ruslan Ruslan
Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KORELASI CAPAIAN AKSES PILAR SATU STBM DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN MAROS TAHUN 2022-2023 Anas Nugraha; Ruslan Ruslan; Hasnawati Amqam
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 1: FEBRUARY 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i1.41099

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan lingkungan termasuk sanitasi atau praktik higiene berkontribusi 70% sebagai intervensi sensitif terhadap kontribusi penurunan kejadian stunting. Sanitasi lingkungan yang termasuk ketersediaan jamban juga berpengaruh terhadap risiko anak terkena penyakit infeksi dan kurang gizi yang dapat menyebabkan stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan perilaku hidup sehat seperti melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dengan penerapan STBM menjadi sarana pendukung dalam menyehatkan keluarga sehingga dapat mencegah kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara capaian akses pilar 1 STBM yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan kejadian stunting di Kabupaten Maros Tahun 2022-2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi ekologi berdasarkan tempat atau lokasi. Studi ini bersifat deskriptif dan dapat disebut juga sebagai studi korelasi dengan populasi sebagai unit analisisnya (unit analisis agregat). Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel Pilar 1 STBM yang terdiri dari Jamban Sehat Permanen (JSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0128 dengan kejadian stunting, Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0027 dengan kejadian stunting, Jamban Sharing memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0288 dengan kejadian stunting, dan perilaku BABS memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0041 dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara cakupan JSP, JSSP, Jamban Sharing, perilaku BABS dengan kejadian stunting dan tingkat kekuatan korelasinya sangat lemah. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Maros untuk melengkapi data STBM pilar 1 sampai pilar 5, dan bagi masyarakat setempat agar lebih memperhatikan sanitasi lingkungan terutama pada 5 pilar STBM agar tidak mengundang vektor dan terhindarnya kontaminasi.
Pelatihan Pembarantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus pada Siswa SDN 159 Tekolabbua, Desa Bori Masunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros Erniwati Ibrahim; Sri Handayani; Hasanuddin Ishak; Ruslan Ruslan; Syamsuar Syamsuar
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 2 No. 1 (2025): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/eeehd273

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian. Maros merupakan salah satu wilayah yang memperlihatkan tren peningkatan kasus. Tujuan pengabdian adalah untuk menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan intervensi dengan metode pendidikan kesehatan dapat dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sebagai upaya pengendalian penyakit DBD di lingkungan sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Jumlah sampel yaitu 30 siswa kelas 5 SDN 159 Tekolabbua, Kabupaten Maros. Hasil dan Pembahasan dari hasil perbedaan dalam tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan sesi pelatihan. Terlihat bahwa rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,17 menjadi 13,83. Sedangkan Sikap perbedaan skor sikap sebelum dan sesudah pelaksanaan sesi pelatihan. Hasil ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya pelatihan PSN 3M Plus pada siswa. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa terkait DBD diharapkan akan berdampak positif juga pada sikap dan perilaku siswa dalam pencegahan DBD bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Selain itu pendekatan microteaching terbukti efektif dalam menyampaikan informasi yang kompleks seperti pencegahan DBD kepada siswa sekolah dasar. Berdasarkan hasil yang diperoleh rata-rata persentase pengetahuan siswa setiap kelompok diatas 90%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pendekatan microteaching merupakan metode yang sangat baik untuk meningkatkan pengetahuan yang komprehensif dalam bidang kesehatan masyarakat seperti PSN.