Latar Belakang: Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan salah satu langkah preventif yang efektif untuk melindungi bayi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Cakupan IDL di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai masih rendah, yaitu sebesar 32,9%, hal ini masih jauh di bawah target nasional. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan IDL pada bayi di Puskesmas Rambung Kota Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan sebanyak 410 orang, dengan sampel sebanyak 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,05) pada beberapa faktor. Hasil: Sebanyak 80% responden tidak memanfaatkan pelayanan IDL secara lengkap. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan IDL adalah pengetahuan (p=0,014), pekerjaan (p=0,023), kepercayaan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), tenaga kesehatan (p=0,002), dan kebutuhan (p=0,024) dengan pemanfaatan pelayanan IDL. Sedangkan pada variabel sikap tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan IDL (p=0,122). Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan, kepercayaan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan merupakan determinan penting dalam pemanfaatan IDL. Tenaga kesehatan diharapkan memperkuat komunikasi, edukasi, dan konseling, sedangkan dukungan keluarga dan perubahan persepsi masyarakat perlu ditingkatkan untuk mencapai cakupan IDL yang lebih optimal.