Irpan Haj Siagian
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi pendidikan multikulturalisme di MAN 1 Padangsidimpuan Ahmad Ihsan Pardamean Siregar; Rony Hamdani Siregar; Owi Ali Nurdin Malayu; Irpan Haj Siagian
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/085286011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan multikulturalisme di MAN 1 Padangsidimpuan, sebuah sekolah yang berada di wilayah dengan keragaman budaya, agama, dan suku bangsa yang tinggi. Mengingat pentingnya pendidikan multikulturalisme dalam menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai, dan memperkuat persatuan, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami implementasi pendidikan tersebut di tingkat madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 1 Padangsidimpuan telah mengimplementasikan pendidikan multikulturalisme dengan memasukkan nilai-nilai keberagaman dalam kurikulum, menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa dari berbagai latar belakang, serta menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif. Namun, tantangan dalam implementasi pendidikan ini juga ditemukan, seperti adanya perbedaan pemahaman di kalangan guru dan siswa mengenai nilai-nilai multikulturalisme. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model pendidikan multikultural yang lebih efektif dan aplikatif, yang dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia. Keterbaharuan penelitian ini terletak pada penekanan terhadap konteks lokal MAN 1 Padangsidimpuan dalam menghadapi dinamika multikulturalisme di era globalisasi.
USE OF LEARNING MEDIA IN FORM PLATFORM LINK AT THE COLLEGE OF TARBIYAH SCIENCE OLD PADANG OF OLD MOUNTAIN Ahmad Ihsan Pardamean Siregar; Irpan Haj Siagian; Zulhimma
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.2089

Abstract

This research examines the implementation and effectiveness of using learning media in the form of link platforms for students at the Islamic Education College (STIT) Padang Lawas Gunung Tua as a form of Community Service (PKM). This activity aims to improve digital literacy and pedagogical technology competence of students as prospective educators in the digital era. The implementation method involved 3rd and 5th semester students through two intensive training sessions that included concept presentations, technical demonstrations, and hands-on practice in creating link platform-based learning media such as Google Sites, Canva, and simple Learning Management Systems (LMS). Evaluation results show that this training successfully improved students' understanding of technology concepts and applications in learning. There was an increase in practical skills in managing digital content, creating interactive media, and integrating multimedia in one easily accessible platform. Students also demonstrated new awareness about the importance of digital literacy and ethics in using online content. Additionally, a commitment emerged to apply these skills in future teaching practices. It is concluded that this hands-on practice-based training is effective in strengthening students' pedagogical technology competencies while also contributing positively to developing the quality of prospective educators at STIT Padang Lawas Gunung Tua. Similar sustainable activities with intensive mentoring are recommended to strengthen impact and build a sustainable digital learning ecosystem.