Lutfi Nurul Mubayyinah
Universitas Pembangunan Nasional Veteran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Budaya konsumerisme masyarakat milenial Lutfi Nurul Mubayyinah
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 9 No. 3 (2024): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033575000

Abstract

Kapitalisme adalah bagian dari globalisasi yang melahirkan budaya konsumtif.  Budaya konsumerisme adalah pemenuhan keinginan seseorang yang lebih besar dari pemenuhan kebutuhan. Pelaku konsumerisme cenderung memaksakan pengeluaran diluar kemampuannya demi mengikuti trend dan berusaha menempati kedudukan sosial tertentu. Hal ini menjadi penting untuk dikaji karena dalam ajaran islam kita diajarkan akhlak untuk tidak berfoya – foya dan mubadzir. Secara umum pelaku konsumerisme juga cenderung malas bekerja , tidak memiliki motivasi untuk maju , dan boros. Berdasarkan  hal tersebut , artikel ini akan mengajukan satu permasalahan tentang bagaimana  konsumerisme  mulai menjadi budaya masyarakat Indonesia dan bagaimana cara mengatasinya.  Permasalahan tersebut akan dikaji menggunakan perspektif prodi Administrasi Bisnis. Artikel ini berargumen bahwa budaya konsumerisme telah mengubah pola hidup masyarakat menjadi pribadi yang boros , materialistis , suka berfoya – foya serta hilangnya motivasi untuk memperbaiki diri. Untuk menghindari dampak konsumerisme ,   masyarakat harus  memperkuat akhlak mereka dan memahami bahaya  konsumerisme itu sendiri. Dan memanfaatkan teknologi yang ada serta berdamai dengan kapitalisme dengan memanfaatkannya sebaik mungkin.