Farhan
Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama Indramayu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Oprasionalisasi Fungsi Manajemen Dalam Lembaga Pendidikan Ade Try Kartika Nurhayati; Farhan
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i1.2

Abstract

Menurut UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, disebutkan bahwa pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, pendidikan tinggi dan perguruan tinggi memiliki arti yang berbeda. Perguruan tinggi merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, yaitu kelembagaan yang dapat berupa akademik, politeknik, sekolah tinggi, institusi dan universitas. Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ketiga kewajiban ini menjadi pembeda antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan dapat dipandang sebagai suatu proses yaitu proses produksi. Sebagai proses produksi perguruan tinggi adalah semacam perusahaan atau industri dalam hal ini industri jasa. Sebagai suatu industri, perguruan tinggi harus dikelola menurut asas-asas ekonomi perusahaan. Ketika suatu lembaga di pandang sebagai proses produksi, maka tidak terlepas dari proses manajemen dengan pendekatan bisnis. Aktivitas di perusahan bisa di adopsi di lembaga pendidikan, namun memiliki tujuan dan nilai-nilai yang berbeda. Dapat disimpulkan manajemen perguruan tinggi merupakan kemampuan mengatur dan mengelola perguruan tinggi secara integral dan menyeluruh dengan mengoptimalkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dimiliki organisasi.
Components of the Educational Management Information System (Komponen Sistem Informasi Manajemen Pendidikan) Aditya Bayu; Farhan
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i1.3

Abstract

The development of Information Systems has made information a primary necessity while also transforming the role of managers in organizational management. With advances in information technology, operational activities have become more accurate and timely, enabling managers to analyze their performance more easily. Initially, Management Information Systems (MIS) did not involve technology, but over time, MIS has become inseparable from technology. MIS has increasingly garnered attention, especially in the fields of education and business.  One of the main components in operating an information system is human resources, or brainware. Brainware plays a crucial role as the designer, operator, and user of computer systems and is responsible for managing hardware and software to produce the required information. The concept of a computer as a unified system consists of three inseparable elements: hardware, software, and brainware, which support each other. Without any of these elements, the system cannot function optimally. Management Information Systems integrate their components to provide relevant and timely information. This information comprises processed data that supports decision-making and achieving organizational goals. Generally, information systems include communication, routine transactions, management, and information required by an organization’s internal and external parties.