Irwanto Arsyim
IAI Ma'arif Darul Fikri Indramayu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementation of the Merdeka Curriculum in Early Childhood Education: A Comprehensive Literature Review Irwanto Arsyim; Rifqi
Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Islam Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpki.v1i4.66

Abstract

Kurikulum Merdeka (KM) hadir sebagai kebijakan pendidikan terkini yang bertujuan mentransformasi proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan kontekstual. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), implementasi KM berlandaskan filosofi "merdeka bermain, merdeka belajar" yang menekankan pada penguatan literasi dini, pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila, dan diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi KM di PAUD, mengidentifikasi tantangan utama, dan merumuskan rekomendasi strategis melalui metode kajian literatur. Sumber data utama diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan resmi yang relevan dengan KM pada PAUD. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi KM meliputi tiga aspek kunci: perencanaan pembelajaran yang fleksibel (melalui Capaian Pembelajaran/CP dan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila), pelaksanaan yang berpusat pada anak (melalui bermain dan eksplorasi), dan asesmen yang holistik (sebagai bagian tak terpisahkan dari proses). Meskipun memberikan dampak positif signifikan terhadap motivasi dan kreativitas anak, tantangan utama yang dihadapi adalah adaptasi guru terhadap paradigma baru, keterbatasan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran berbasis proyek, serta perlunya sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Disimpulkan bahwa keberhasilan KM di PAUD sangat bergantung pada peningkatan kompetensi profesional guru, dukungan infrastruktur, dan peran aktif komunitas belajar sekolah.