Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti pendekatan komunikasi politik yang digunakan oleh Dedie Rachim dalam membentuk citra politiknya pada Pilkada Kota Bogor 2024. Penekanan dalam penelitian ini adalah pada cara Dedie mengembangkan pesan politik, memilih saluran komunikasi, dan menyesuaikan narasi integritasnya dengan keadaan masyarakat perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam serta kajian pustaka. Untuk analisis data, digunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa Dedie Rachim menggunakan strategi komunikasi hibrida dengan memadukan media digital dan kampanye langsung. Dalam ranah digital, ia mengoptimalkan Instagram dan YouTube untuk membangun citra diri yang berfokus pada integritas, perhatian terhadap lingkungan, serta respons terhadap isu publik. Sedangkan dalam kampanye langsung, ia melakukan blusukan, dialog komunitas, dan pengisahan lokal untuk meningkatkan ikatan emosional dengan masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan publik dan dukungan pemilih, meskipun masih dihadapkan pada tantangan seperti disinformasi dan kampanye hitam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan komunikasi politik yang diterapkan oleh Dedie Rachim terletak pada konsistensi narasi antikorupsi yang disampaikan dengan cara interaktif, menjadikannya sebagai pemimpin yang kredibel, responsif, dan dekat dengan masyarakat dalam konteks politik lokal Kota Bogor 2024.