Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Politik Dedie Rachim dalam Membangun Citra Politik pada Pilkada Kota Bogor 2024 Gendis Dewantari; Nasytha Muthiah; Nazwa Rusdiandi; Siti Aafiyah; Muhammad Aji
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3075

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti pendekatan komunikasi politik yang digunakan oleh Dedie Rachim dalam membentuk citra politiknya pada Pilkada Kota Bogor 2024. Penekanan dalam penelitian ini adalah pada cara Dedie mengembangkan pesan politik, memilih saluran komunikasi, dan menyesuaikan narasi integritasnya dengan keadaan masyarakat perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam serta kajian pustaka. Untuk analisis data, digunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa Dedie Rachim menggunakan strategi komunikasi hibrida dengan memadukan media digital dan kampanye langsung. Dalam ranah digital, ia mengoptimalkan Instagram dan YouTube untuk membangun citra diri yang berfokus pada integritas, perhatian terhadap lingkungan, serta respons terhadap isu publik. Sedangkan dalam kampanye langsung, ia melakukan blusukan, dialog komunitas, dan pengisahan lokal untuk meningkatkan ikatan emosional dengan masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan publik dan dukungan pemilih, meskipun masih dihadapkan pada tantangan seperti disinformasi dan kampanye hitam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan komunikasi politik yang diterapkan oleh Dedie Rachim terletak pada konsistensi narasi antikorupsi yang disampaikan dengan cara interaktif, menjadikannya sebagai pemimpin yang kredibel, responsif, dan dekat dengan masyarakat dalam konteks politik lokal Kota Bogor 2024.
Hak Atas Kota dan Aksesibilitas Trotoar di DKI Jakarta dalam Perspektif Gender: Studi Kasus Komunitas Kursi Roda WAFCAI: The Right to the City and Sidewalk Accessibility in DKI Jakarta from a Gender Perspective: A Case Study of the WAFCAI Wheelchair Community Jihan Hasnah Hamidah; Nasytha Muthiah; Nazwa Namira Putri Rusdiandi; Aniqotul Ummah; Teddy Chrisprimanata Putra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana akses trotoar di Jakarta dalam pandangan Hak atas Kota (Right to the City) dan juga gender, dengan fokus pada komunitas Wheelchair and Friendship Center of Asia Indonesia (WAFCAI). Fokus penelitian diarahkan pada sejauh mana trotoar sebagai ruang publik mampu memberikan akses yang setara bagi penyandang disabilitas, terutama perempuan pengguna kursi roda. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Untuk menganalisis data, peneliti melakukan pengolahan data secara bertahap dengan cara merangkum data, menyajikan hasil, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perbaikan trotoar di Jakarta belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip inklusivitas. Masih ada ramp yang terlalu curam, bollard yang menghalangi kursi roda, trotoar yang tidak rata, serta penggunaan trotoar oleh parkir yang tidak resmi dan kegiatan lainnya. Selain itu, dari sudut pandang gender, perempuan penyandang disabilitas menghadapi banyak masalah karena keterbatasan bergerak, kurangnya rasa aman, dan ketergantungan pada orang lain untuk bisa mengakses tempat umum. Penelitian ini menekankan bahwa akses trotoar tidak hanya tentang fisik, tetapi juga mengaitkan dengan keadilan sosial dan hak warga atas kota. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan kota yang lebih inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan. This study aims to examine sidewalk access in Jakarta from the perspective of the Right to the City and gender, with a focus on the Wheelchair and Friendship Center of Asia Indonesia (WAFCAI) community. The research focuses on the extent to which sidewalks as public spaces are able to provide equal access for people with disabilities, especially women who use wheelchairs. The method used is a qualitative case study approach, which includes field observations, in-depth interviews, documentation, and literature review. To analyze the data, researchers conducted data processing in stages by summarizing the data, presenting the results, and drawing conclusions. The results of the study indicate that sidewalk improvements in Jakarta have not fully align with the principle of inclusivity. There are still ramps that are too steep, bollards that obstruct wheelchairs, uneven sidewalks, and the use of sidewalks for unauthorized parking and other activities. Furthermore, from a gender perspective, women with disabilities face many problems due to limited mobility, a lack of security, and dependence on others to access public places. This study emphasizes that sidewalk access is not only about physical aspects, but also relates to social justice and citizens' rights to the city. Therefore, urban planning is needed that is more inclusive, participatory, and responsive to the needs of vulnerable groups.