Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelayanan Prima dalam Layanan Keimigrasian: Kajian Literatur Terhadap Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Masyarakat Muhammad Naufal; Intan Nurkumalawati; Rahmawati Jannah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2993

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat dalam layanan keimigrasian di Indonesia dengan menekankan pelayanan prima sebagai faktor penting dalam mewujudkan layanan publik yang efektif, efisien, dan responsif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis sumber sekunder berupa jurnal, laporan, dan dokumen resmi, yang kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola keterkaitan antara dimensi kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diukur melalui lima dimensi utama, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles), berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Masyarakat cenderung puas ketika layanan yang diberikan akurat, tepat waktu, mudah diakses, ditunjang oleh petugas yang profesional, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Kendati demikian, masih terdapat hambatan dalam optimalisasi pelayanan, di antaranya keterbatasan integrasi sistem informasi, kekurangan sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi antarlembaga, yang berdampak pada keterlambatan proses administrasi, khususnya di kantor imigrasi dengan volume pelayanan tinggi. Inovasi teknologi berupa aplikasi daring untuk pengajuan dokumen dan sistem antrean elektronik terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan, sementara pembangunan Zona Integritas yang menekankan prinsip bebas korupsi turut memperkuat kepercayaan publik. Namun, implementasi inovasi tersebut belum merata di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan menjadi indikator utama kepuasan masyarakat dalam layanan keimigrasian dan merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, optimalisasi teknologi informasi dengan integrasi sistem antarinstansi, serta peningkatan koordinasi lintas sektoral guna mewujudkan pelayanan yang lebih responsif, efisien, dan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi imigrasi.
Inovasi Pemberian Notifikasi Kedaluwarsa Izin Tinggal Terhadap Warga Negara Asing yang Masuk sebagai Upaya Mengurangi Pelanggaran Keimigrasian Overstay di Indonesia Kevin Ananda Ginting; Agung Sulistyo Purnomo; Intan Nurkumalawati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7059

Abstract

Fenomena overstay oleh warga negara asing (WNA) masih menjadi salah satu permasalahan serius dalam bidang keimigrasian di Indonesia. Overstay tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga menimbulkan potensi kerawanan sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Dalam merespons permasalahan tersebut, Ditjen Imigrasi berupaya menghadirkan inovasi berupa sistem pemberian notifikasi kedaluwarsa izin tinggal kepada WNA. Inovasi ini bertujuan memberikan peringatan dini mengenai batas waktu izin tinggal, sehingga WNA memiliki kesempatan untuk melakukan perpanjangan atau meninggalkan wilayah Indonesia secara tertib sesuai aturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris dengan menganalisis regulasi keimigrasian yang berlaku serta mengevaluasi efektivitas inovasi notifikasi kedaluwarsa dalam praktik. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi ini berkontribusi positif dalam menekan angka pelanggaran overstay, meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, literasi digital WNA, dan kepatuhan administratif. Dengan optimalisasi sistem, sosialisasi yang intensif, serta penguatan koordinasi antarlembaga, inovasi notifikasi ini berpotensi menjadi instrumen preventif yang efektif dalam mengurangi pelanggaran izin tinggal.
Analysis of the Zero Rupiah Passport Policy in Supporting Passport Issuance for Prospective Indonesian Migrant Workers Dwiki Praditya; Intan Nurkumalawati; Pascalis Danny Kristi Wibowo
Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2025): Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis
Publisher : Univiversitas Dr. Djar Wattiheluw

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the Zero Rupiah Passport Policy as a form of state intervention designed to support the protection and fulfillment of Indonesian migrant worker candidates’ administrative rights, especially in the passport issuance process. Employing a qualitative-descriptive method through literature review of policy documents, regulations, and prior studies, the research identifies how the policy reduces financial barriers while signaling the government’s commitment to strengthening migration governance. Nevertheless, challenges persist, including limited dissemination, unequal institutional readiness, and disparities in regional implementation. The study contributes theoretically by mapping the policy framework through its stages of formulation, implementation, and impact, while recommending further evaluative and field- based research. In doing so, it enriches academic discourse on inclusive and equitable public service and migration policies.