Artikel Penelitian ini mengkaji tingkat imparsialitas media Newsway.co.id dalam pemberitaan kasus pembunuhan Juwita, yang menjadi korban femisida di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Maraknya kontroversi pemberitaan kekerasan berbasis gender yang seringkali merugikan korban, membuat persepsi adanya bias dalam pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai apakah Newsway.co.id mampu menyajikan informasi secara tidak berpihak dan bersikap netral, terutama menyangkut pada isu sensitif yang berkaitan dengan kekerasan berbasis gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi kuantitatif oleh Krippendorff (2004) terhadap berita yang dipublikasikan pada periode 25 Maret 2025 - 25 April 2025 di media daring Newsway.co.id. Penelitian dilakukan berdasarkan dimensi imparsialitas pada teori objektivitas yang dikemukakan oleh Westerstahl (1983) yang memuat aspek keseimbangan pada indikator akses proporsional dan dua sisi, serta aspek netralitas pada indikator non evaluatif dan non sensasional. Analisis 31 berita tersebut dilakukan oleh tiga coder termasuk penulis. Sebelum berita tersebut dianalisis, akan dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan ketiga coder dalam memuat hasil yang konsisten. Hasil penelitian pada 31 teks berita terkait kasus pembunuhan Juwita di Banjarbaru menunjukkan bahwa media Newsway.co.id telah memenuhi standar objektivitas pada dimensi imparsialitas. Terdapat temuan hasil analisis terhadap 31 teks berita pada dimensi imparsialitas berjumlah 86% dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Namun, penelitian ini juga menganalisis adanya beberapa pemberitaan yang belum disajikan secara berimbang dan netral sehingga perlu peningkatan dalam menyajikan berita yang objektif. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan praktik jurnalistik di masa yang akan datang, agar media dapat lebih objektif, terkhusus seimbang dan netral dalam memberitakan dan menyebarkan suatu informasi.