Syalwa Natasya
Universitas Al-Ghifari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kerjasama Amorepacific dan Waste4change Dalam Pengelolaan Sampah di Sungai Citarum 2024 Syalwa Natasya; Tom Finaldin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3568

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kerja sama serta menilai efektivitas kolaborasi antara Amorepacific dan Waste4Change dalam pengelolaan sampah plastik di Sungai Citarum pada tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, analisis dokumen program, laporan organisasi, publikasi media, serta wawancara dengan pihak terkait, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari peraktik tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mengadopsi pendekatan ekonomi sirkular dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program yang dijalankan meliputi aksi bersih - bersih sungai, edukasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah bernilai tinggi dan rendah, serta pemanfaatan sampah plastik menjadi produk alternatif seperti papan plastik. Kolaborasi ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat, pengurangan sampah plastik di kawasan Sungai Citarum, serta penguatan praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah kendala, antara lain keterbatasan dukungan pemerintah, rendahnya keberlanjutan program, fluktuasi nilai ekonomi sampah daur ulang, serta belum adanya indikator capaian jangka panjang yang terukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama antara sektor swasta dan organisasi lingkungan memiliki potensi strategis dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan diplomasi lingkungan di Indonesia, tetapi memerlukan penguatan kebijakan, koordinasi multipihak, dan kesinambungan program agar memberikan dampak yang lebih optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pengelolaan sampah kolaboratif yang melibatkan perusahaan multinasional, organisasi lingkungan, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal guna memperkuat tata kelola lingkungan dan keberlanjutan program.