Ferdiansyah Syahputra
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Tokoh Agama Islam dalam Dinamika Politik Lokal di Riau Fitra Khaz; Ferdiansyah Syahputra; Muhammad Faiza; Hendri Kasuma; M Zaqilman; Jamal Muhammad
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3613

Abstract

Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang sangat religius, di mana terdapat hubungan erat antara agama dan politik, terutama di tingkat lokal. Di Provinsi Riau, tokoh agama Islam memiliki posisi sosial yang strategis dan berpengaruh dalam membentuk opini publik serta preferensi politik masyarakat. Mengingat tingkat religiositas yang tinggi di wilayah ini, keterlibatan tokoh agama dalam politik lokal menjadi fenomena yang tak terpisahkan dari proses pemilihan umum dan pengambilan keputusan politik. Akan tetapi, peran tokoh agama Islam dalam politik praktis membawa berbagai implikasi, termasuk legitimasi politik dan potensi polarisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran tokoh agama Islam dalam dinamika politik lokal di Riau, serta menganalisis pengaruh dan tantangan yang muncul dari keterlibatan mereka. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dan analisis data sekunder dari literatur, media massa, dan dokumen terkait. Dalam penelitian ini, tokoh agama Islam dipandang sebagai aktor sosial yang berfungsi sebagai pemimpin spiritual, sumber legitimasi moral, dan mediator antara kepentingan politik dan nilai-nilai keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan elektabilitas calon, membangun kesadaran politik masyarakat, serta meredam konflik sosial. Kendati demikian, keterlibatan dalam politik juga dapat menimbulkan polarisasi dan menurunkan kepercayaan sebagian jamaah. Oleh karena itu, diperlukan sikap bijaksana dan pembatasan peran yang proporsional agar kontribusi tokoh agama Islam dapat memperkuat demokrasi lokal tanpa mengganggu kohesi sosial.