Yuni Amira
Universitas Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kualitas Pelayanan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Kabupaten Siak Dinda Kurnia; Yuni Amira; Harapan Tua
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3847

Abstract

Kualitas pelayanan publik dalam isu sosial yang mendalam dan sensitif, seperti perlindungan anak, tidak cukup diukur hanya berdasarkan standar operasional prosedur, melainkan harus dinilai dari kemampuannya dalam menciptakan nilai publik (public value) yang dirasakan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Siak dalam kerangka Teori Nilai Publik (Public Value) Mark Moore, yang dioperasionalisasikan melalui tiga dimensi Segitiga Strategis: Nilai Publik yang Dituju, Kapasitas Operasional, dan Legitimasi dan Dukungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Publik berupa perlindungan dan pemulihan anak telah menjadi tujuan kebijakan yang terukur dan baik. Namun, kualitas pelayanan secara keseluruhan belum maksimal karena adanya disfungsi kritis pada dua elemen Segitiga Strategis. Kapasitas Operasional terhambat oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki UPT PPA , sementara Legitimasi dan Dukungan melemah akibat kurangnya kesadaran masyarakat tentang kekerasan seksual yang menyebabkan korban enggan melapor. Disimpulkan bahwa penguatan kualitas pelayanan UPT PPA menuntut intervensi kebijakan yang terintegrasi, meliputi peningkatan sumber daya kelembagaan secara menyeluruh dan mobilisasi dukungan publik yang masif.
Model Jaringan Aktor Dalam Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Yuni Amira; Dinda Kurnia; Harapan Tua
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tourism development of Tanjung Punak Tourism Village, which won 1st Place at the Indonesian Tourism Village Award (ADWI) at the Riau Province level in 2023, faces serious challenges regarding sustainability post-award. This sustainability is highly dependent on the effectiveness of the Penta Helix Actor Network Model (Government, Community, Academia, Business, Mass Media), which serves as the foundation for Collaborative Governance. This study aims to analyze the model, actor roles, and network dynamics that influence the village's tourism sustainability. Using a descriptive qualitative method, the research identified that all Penta Helix elements are structurally complete. The findings indicate a disparity between strong resource support and governance dysfunction. The Facilitator role (Pertamina Hulu Rokan/Business and STP Riau/Academia) proved highly effective in providing CSR funding and capacity building. However, network effectiveness was paralyzed by a Critical Dysfunction in the Coordinator role (Bengkalis Regency Tourism Office). The Coordinator's failure to resolve the Tanjung Lapin management conflict between Primary Actors (the Office and Village Government/POKDARWIS) severed trust and the flow of routine support. This triggered implementor fatigue and the Implementor's failure to maintain facilities, marked by the poorly maintained condition of facilities. It is concluded that the effectiveness of the Actor Network in Tanjung Punak functions partially; the failure of the Coordinator role within the Government pillar is the fundamental obstacle that sabotaged the goal of tourism sustainability.