Nurhalimah Nafisyah
Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Komunikasi Tanpa Pesan Dalam Interaksi Digital: Tinjauan Pustaka Tentang Diam, Ghosting, dan Read Receipt (Seen) Nurhalimah Nafisyah; Nasywa Naila Khansa; Perawati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3869

Abstract

Kemajuan teknologi digital mendorong terjadinya pergeseran signifikan dalam cara individu menjalin komunikasi interpersonal, terutama melalui media berbasis daring. Dalam konteks ini, komunikasi tidak selalu ditandai oleh penyampaian pesan verbal, tetapi juga melalui ketiadaan pesan, seperti diam, ghosting, serta penggunaan fitur read receipt (seen). Kondisi ini menegaskan bahwa ketiadaan balasan tidak bersifat netral, melainkan memuat makna komunikatif yang ditafsirkan secara sosial oleh para pelaku interaksi.. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi tanpa pesan dalam interaksi digital melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel ilmiah yang membahas komunikasi digital, komunikasi non-verbal, ghosting, dan dinamika respons daring. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi tanpa pesan merupakan bentuk komunikasi non-verbal digital yang memengaruhi dinamika hubungan interpersonal, persepsi sosial, serta proses pemaknaan. Oleh karena itu, ketiadaan pesan tidak dapat dimaknai sebagai ketiadaan komunikasi, melainkan sebagai praktik simbolik yang bermakna dalam komunikasi digital.
KOMUNIKASI TANPA PESAN DALAM INTERAKSI DIGITAL: TINJAUAN PUSTAKA TENTANG DIAM, GHOSTING, DAN READ RECEIPT (SEEN) Nurhalimah Nafisyah; Nasywa Naila Khansa; Perawati
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.2189

Abstract

Perkembangan komunikasi digital memunculkan fenomena komunikasi tanpa pesan seperti ghosting, diam digital, dan read receipt yang menciptakan makna sosial dari ketiadaan respons, sering memicu dampak emosional negatif di konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan mensintesiskan literatur untuk mengungkap fungsi simboliknya sebagai komunikasi non-verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif literature review, populasi mencakup artikel ilmiah 2021-2025 dari basis data seperti ScienceDirect dan jurnal nasional; sampel purposif berdasarkan saturasi tematik. Instrumen dokumen sekunder dianalisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan implikasi. Hasil menunjukkan ghosting sebagai ostrasisme digital yang mengganggu kebutuhan afiliasi, read receipt memicu ekspektasi respons, dan diam digital kontekstual dalam budaya kolektivis. Kesimpulan merekomendasikan literasi digital etis dan penelitian mixed-methods lokal untuk mitigasi dampak relasional.
BAHASA INDONESIA SEBAGAI INSTRUMEN BELA NEGARA DI ERA DIGITAL: KAJIAN ECHO CHAMBER DAN DISINFORMASI BERBASIS AI Nurhalimah Nafisyah; Salwa Kurnia Putri; Perawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.16650

Abstract

This study examines Indonesian language as a digital state defense instrument amid echo chambers and AI-based disinformation in Indonesia. Social media algorithms create personalized information spaces that reduce information diversity and strengthen social polarization. Meanwhile, artificial intelligence technologies such as generative AI and deepfakes increase the spread of misleading content that is difficult to verify. The purpose of this study is to analyze echo chamber dynamics, AI-based disinformation, and the role of Indonesian language in strengthening national identity and information resilience. This research uses a qualitative literature review method by analyzing 25 national journals published between 2021 and 2026 through content analysis. Findings show that algorithmic systems intensify information fragmentation and polarization, while AI accelerates disinformation production and weakens public trust. Indonesian language plays a strategic role in improving digital literacy, communication clarity, and national awareness. The study concludes that Indonesian language is important for digital state defense in facing echo chambers and AI-driven disinformation