Ni Kadek Wulan Dari
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengendalian Sosial dalam Pelaksanaan Tradisi Siat Sambuk di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kabupaten Tabanan, Bali Ni Kadek Wulan Dari; I Wayan Mudana; Ketut Sedana Arta
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3922

Abstract

Tradisi Siat Sambuk merupakan salah satu tradisi perang simbolik yang dilaksanakan oleh masyarakat Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kabupaten Tabanan, Bali. Tradisi dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada Hari Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi. Tradisi ini berpotensi menimbulkan konflik karena melibatkan adu fisik dan emosi antar peserta, tetapi dalam praktiknya tetap berlangsung secara tertib dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang pelaksanaan tradisi Siat Sambuk serta bentuk-bentuk pengendalian sosial yang diterapkan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Siat Sambuk dilatarbelakangi oleh faktor kepercayaan mengenai Bhuana Alit dinetralisirkan melalui tradisi, faktor tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, serta keyakinan sebagai sarana penolak bala terhadap hal-hal negatif. Selain itu, ditemukan adanya mekanisme pengendalian sosial yang kuat berdasarkan teori kontrol sosial Travis Hirschi, yang meliputi unsur attachment, commitment, involvement, dan believe. Simpulan dari penelitian ini, bahwa tradisi dapat bertahan hingga saat ini dikarenakan terdapat faktor yang melatarbelakanginya. Selain itu dalam mempertahankan tradisi, terdapat berbagai upaya dengan membentuk mekansime pengendalian sosial sehingga tradisi tetap dapat diwariskan.