Febrian Nasution
Universitas Terbuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metafora Konseptual dalam Slang Fandom K-Pop di Platform X Pada akun @starfess: Sebuah Kajian Linguistik Kognitif Suci Pratiwi; Febrian Nasution
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3928

Abstract

This research study examines metaphor usage in fan posts from @starfess within the K-Pop community discourse. Adopting a cognitive linguistics framework, this research utilizes a qualitative descriptive methodology with data collected from September 1 to October 31, 2025. The analytical phase encompasses the identification and classification of conceptual metaphors based on Lakoff and Johnson's (1980) framework, subsequently employing conceptual mapping to elucidate complicated words. The analysis revealed several forms of vernacular metaphors across three categories: structural metaphors including 'comeback' and 'solo debut'; orientational metaphors comprising 'top tier visual' and 'flop'; and ontological metaphors such as 'hiatus' and 'bias.' Findings indicate that K-Pop community slang transcends its role as a mere communicative device, instead reflecting the community's cognitive patterns, value systems, and social structures. Within this community, metaphors operate as cognitive tools that furnish an organized conceptual framework for navigating the entertainment ecosystem. This study aims to contribute to the field of cognitive linguistics in popular culture studies.
Teknik Penerjemahan Kalimat Naratif dalam Buku Cerita Rakyat Anak The Turtle Stone Karya Ida Ohoiwutun Siti Nurhalizah; Febrian Nasution
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3987

Abstract

Penerjemahan cerita rakyat anak memerlukan sensitivitas terhadap bahasa, gaya penceritaan, dan cara berpikir anak, sehingga penerjemah tidak hanya mengalihkan makna, tetapi juga mempertahankan nuansa dan alur cerita yang sesuai dengan dunia imajinasi mereka. Dalam konteks tersebut, analisis teknik penerjemahan menjadi penting untuk memastikan bahwa terjemahan tetap akurat, berterima, dan mudah dipahami oleh pembaca sasaran. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis teknik penerjemahan yang digunakan dalam cerita rakyat The Turtle Stone, khususnya pada bagian naratif cerita untuk melihat bagaimana teknik tersebut memengaruhi kejelasan, konsistensi, dan nuansa terjemahan.Dengan menerapkan pendekatan metode deskriptif kualitatif dan berdasarkan teori teknik penerjemahan dari Newmark (1988), studi ini menemukan lima teknik penerjemahan yang digunakan, yaitu teknik literal, modulasi, modulasi + transposisi, literal + transposisi, dan literal + ekspansi. Hasil temuan dari penelitian menunjukkan bahwa teknik literal muncul sebagai yang paling mendominasi dengan persentase sebesar 59,26%, diikuti oleh modulasi yang mencapai 22,22%, sementara  modulasi+ transposisi dan literal + transposisi masing -masing 7,41%, dan literal + ekspansi 3,70%. Teknik literal membantu dalam mempertahankan akurasi dan konsistensi makna, sedangkan modulasi serta transposisi meningkatkan sifat alami, fleksibilitas, dan nuansa dalam narasi. Dengan demikian, berbagai teknik ini berkontribusi pada keterbacaan dari terjemahan dan memastikan bahwa alur, pesan, dan pengalaman cerita tetap relevan untuk pembaca anak.